Tak hanya Agustus, April juga terkenal sebagai bulan perjuangan, khususnya bagi kaum perempuan Indonesia. Di bulan ini, kita memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April setiap tahunnya.
Hari Kartini bertepatan dengan hari kelahiran Raden Ajeng (RA) Kartini, sosok yang sangat erat kaitannya dengan perjuangan hak perempuan pribumi. Ia terkenal sebagai sosok yang berani merefleksikan pendidikan, ekonomi, dan budaya melalui pemikirannya.
Pemikiran Kartini bisa dilihat melalui berbagai surat-surat dan ungkapan yang kini diabadikan dalam sebuah buku. Gagasan-gagasan ini tidak hanya berdampak pada perempuan di zamannya, tetapi juga relevan hingga saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari postingan Instagram Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Dikti Kemdiktisaintek), Selasa (21/4/2026), berikut 4 pesan Kartini untuk perempuan Indonesia.
4 Pesan RA Kartini untuk Perempuan Indonesia
1. Pendidikan untuk Perempuan
Dalam surat Kartini kepada Prof Anton dan Nyonya pada 4 Oktober 1901, ia memohon agar pendidikan tidak hanya diberikan kepada laki-laki. Menurutnya pendidikan akan memberikan pengaruh besar bagi perempuan.
Adapun bunyi surat tersebut yakni:
"Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya."
"Tapi, karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan oleh alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama."
2. Pesan untuk Perempuan Agar Meraih Cita-cita
Ibu Kartini berpesan agar perempuan tak ragu pergi ke luar rumah untuk menggapai cita-cita, termasuk cita-cita untuk bekerja. Bekerja menurutnya menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan kebahagiaan.
Hal ini dituangkannya dalam surat kepada Nyonya Abendanon pada 4 September 1901. Adapun bunyi suratnya adalah:
"Pergilah, laksanakan cita-citamu. Bekerjalah untuk hari depan. Bekerjalah untuk kebahagiaan beribu-ribu orang yang tertindas di bawah hukum yang tidak adil dan paham-paham palsu tentang mana yang baik dan mana yang jahat."
"Pergi! Pergilah! Berjuang dan menderitalah, tetapi bekerja untuk kepentingan yang abadi."
3. Pesan untuk Jangan Menyerah
Dalam buku "Door Duistmis tot Licht", Kartini mengungkap agar perempuan jangan pernah menyerah jika masih ingin mencoba, pesannya yakni:
"Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang."
"Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu."
4. Makna Menjadi Ibu
Pesan terakhir juga disampaikan Kartini dalam buku "Door Duistmis tot Licht". Ia menjelaskan makna ibu, sosok yang rela mengorbankan diri untuk orang lain. Bunyi kutipan tersebut yakni:
"Seorang perempuan yang mengorbankan diri untuk orang lain, dengan segala rasa cinta yang ada dalam hatinya, dengan segala bakti yang dapat diamalkannya, itulah perempuan yang patut disebut sebagai 'ibu' dalam arti sebenarnya."
Itulah 4 pesan RA Kartini yang masih terus relevan untuk perempuan Indonesia hingga saat ini. Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan hebat Indonesia!
(det/faz)
