Mengenal RA Kartini dan Perjuangannya untuk Pendidikan Indonesia

ADVERTISEMENT

Mengenal RA Kartini dan Perjuangannya untuk Pendidikan Indonesia

Cicin Yulianti - detikEdu
Kamis, 16 Apr 2026 15:30 WIB
RA Kartini
Ilustrasi RA Kartini. Foto: Ilustrator: Edi Wahyono
Jakarta -

Hari Kartini selalu diperingati masyarakat Indonesia setiap tanggal 21 April. Peringatan ini didedikasikan atas jasa-jasa RA Kartini sebagai pahlawan nasional.

RA Kartini atau lengkapnya Raden Ajeng Kartini adalah pahlawan emansipasi wanita. Ia berhasil mendobrak tradisi yang membatasi perempuan dalam pendidikan.

Siapa sebenarnya RA Kartini dan apa dedikasinya dalam dunia pendidikan Indonesia?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latar Belakang RA Kartini

RA Kartini adalah gadis asal Jepara, Jawa Tengah. Ia lahir pada 21 April 1879, demikian dikutip dari laman Library Universitas Brawijaya.

ADVERTISEMENT

RA Kartini termasuk kalangan bangsawan dari Jawa. Oleh karena itu, ia bisa mendapatkan akses pendidikan.

Ia mengenyam pendidikan dasar di Europeesche Lagere School (ELS). Meski demikian, adat dan budaya saat itu kemudian membatasi keinginan Kartini untuk melanjutkan pendidikan.

Saat ia remaja, Kartini harus dipingit. Di tengah keterbatasan, Kartini tetap menulis buah pikirnya dalam bentuk surat-surat

Ia juga tetap belajar secara otodidak. Selain itu, ia menjalin korespondensi dengan kawan di Belanda untuk bisa terus menyalurkan buah pikirnya terutama soal pendidikan.

Surat-surat tersebutlah yang kemudian menjadi sebuah buku berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang". Buku tersebut menjadi pelopor pemikiran soal pentingnya pendidikan bagi wanita.

Perjuangan RA Kartini dalam Pendidikan

Pada masanya, Kartini termasuk wanita yang sangat pemberani. Ia berhasil menembus batas pemikiran wanita-wanita pada umumnya.

Dalam surat-surat yang ditulis, Kartini menuangkan aspirasinya soal keprihatinan terhadap nasib perempuan Indonesia. Ia amat sedih karena perempuan di Indonesia tidak dapat mengeyam pendidikan tinggi.

Kartini berpikir bahwa perempuan harus cerdas juga untuk melahirkan generasi yang cerdas juga. Oleh karena itu, ia mendirikan sebuah sekolah untuk anak-anak perempuan di Jepara.

Sekolah tersebut diberi nama Sekolah Kartini. Pendiriannya dibantu oleh seorang kawan dari Belanda yakni Conrad Theodore van Deventer.

Pada 1912, berdirilah Yayasan Kartini dengan Conrad sebagai ketua pertmanya. Adapun biaya pendirian berasal dari hasil penjualan surat-surat Kartini.

Mulanya sekolah tersebut menampun siswa dari kalangan bangsawan. Akan tetapi semakin tahun, Sekolah Kartini semakin dijangkau oleh siswa dari berbagai daerah.

RA Kartini Dikenang hingga Kini

Keberanian RA Kartini banyak dikagumi oleh masyarakat juga tokoh-tokoh penting. Bahkan tokoh Belanda yakni JH Abendanon juga mengapresiasi perjuangannya.

Atas jasanya dalam dunia perempuan dan pendiidkan, Presiden Soekarno menetapkan RA Kartini sebagai pahlawan nasional lewat Keputusan Presiden Republik Indonesia No 108 tahun 1964.

Selain itu, pemerintah menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini. Perjuangan Kartini sayangnya berhenti pada usia 25 tahun, karena ia wafat.

Perjuangan Kartini juga telah menginspirasi para penulis melahirkan buku soalnya seperti Buku Surat-surat Kartini, Renungan tentang dan untuk Bangsanya karya Sulastin Sutrisno (1979), Letters from Kartini, An Indonesian Feminist oleh Joost Cote (1900-1904), Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer, dan lainnya.




(cyu/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads