Manusia menggunakan lebih dari 7.000 bahasa di dunia yang tersebar di berbagai negara. Bahasa-bahasa tersebut memiliki keunikan masing-masing, salah satunya adalah kecepatan pelafalan yang berbeda.
Saat menonton film internasional, cobalah mendengarkan suara dalam berbagai bahasa. Di situ, kita akan menyadari bahwa kecepatan bahasa setiap negara berbeda-beda. Penutur bahasa di Asia, misalnya, cenderung mengucapkan bahasa dengan lebih cepat dibandingkan dengan Eropa.
Lantas negara mana yang memiliki pelafalan bahasa tercepat di dunia?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahasa yang Paling Cepat Diucapkan
Sebuah jurnal pada 2011 berjudul 'A Cross-Language Perspective on Speech Information Rate' mengukur kecepatan bicara dari tujuh bahasa. Hasilnya menunjukkan bahwa bahasa Jepang berada di urutan teratas.
Peneliti mencatat penutur bahasa Jepang rata-rata mengucapkan sekitar 7,84 suku kata per detik. Sebagai perbandingan, penutur bahasa Inggris hanya mencapai sekitar 6,19 suku kata per detik. Perbedaan ini ternyata berkaitan dengan cara setiap bahasa disusun.
Bahasa Inggris memiliki banyak suku kata dengan beragam bunyi. Contohnya bisa dilihat pada kalimat 'Smart frogs jumped twelve quick sticks'. Kalimat singkat ini memiliki 29 bunyi bahasa, tetapi hanya terdiri dari enam suku kata.
Sebaliknya, bahasa seperti Jepang memiliki suku kata yang biasanya hanya berisi sedikit bunyi. Karena itu, penuturnya dapat mengucapkan lebih banyak suku kata dalam satu detik.
Meski begitu, penutur bahasa Jepang maupun Inggris tetap bisa menonton film yang sama dengan durasi yang sama, walau menggunakan suara bahasa yang berbeda. Hal ini terjadi karena setiap bahasa menyampaikan makna dengan cara yang berbeda.
Seberapa Cepat Otak Memproses Bahasa
Pada 2019, peneliti dari University of Lyon mencoba memahami bagaimana kecepatan bicara dan kepadatan informasi dalam berbagai bahasa. Mereka menganalisis 170 penutur dari 17 bahasa yang membaca teks yang sama untuk dianalisis.
Hasilnya menunjukkan kecepatan bicara sangat bervariasi. Ada penutur yang paling lambat, hanya mengucapkan sekitar 4,3 suku kata per detik, sementara yang paling cepat mencapai 9,1 suku kata per detik.
Namun, kecepatan bicara bukan satu-satunya yang penting. Peneliti juga melihat seberapa banyak informasi yang dibawa setiap suku kata. Contohnya, bahasa Vietnam relatif lambat jika dihitung dari jumlah suku kata per detik, tetapi setiap suku katanya mengandung informasi yang padat.
Dengan kata lain, penutur bahasa Vietnam tidak perlu banyak suku kata untuk menyampaikan pesan yang sama, berbeda dengan penutur bahasa lain seperti bahasa Spanyol.
Saat peneliti menggabungkan kecepatan bicara dan kepadatan informasi, ternyata setiap bahasa menyampaikan jumlah informasi yang hampir sama. Para peneliti juga memperkirakan adanya 'laju informasi universal' sekitar 39 bit per detik, yang diduga mencerminkan batas kemampuan otak manusia dalam memahami ucapan.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(crt/faz)











































