Perjalanan ke luar angkasa tidak hanya membutuhkan teknologi dan roket canggih. Seluruh detail kebutuhan astronaut pada misi Artemis II misalnya telah diperhitungkan dengan teliti, termasuk melengkapi kit medis mereka dengan obat pencahar.
Beberapa hari pertama setelah mendarat di Bulan, tubuh astronaut berusaha untuk beradaptasi sehingga tak jarang merasakan sembelit. Lantas, mengapa astronaut mengalaminya?
Mengapa Astronaut Sembelit?
Di Bumi, otot peristaltik pada organ pencernaan dibantu oleh gaya gravitasi yang menarik segala benda ke bawah. Kepala penelitian dan pengembangan global untuk produk pencahar Dulcolax, Sarah Jane Bunger menggambarkan usus seperti legging yang elastis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gravitasi nol membuat pencernaan lebih keras bekerja. Pasalnya organ dan otot astronaut harus bekerja dalam kondisi yang tidak dirancang untuk mereka tangani.
Pencernaan memiliki kemampuan peristalsis, yakni kemampuan otot untuk berkontraksi dan menghasilkan gerakan seperti gelombang, yang membantu menggerakkan suatu objek melalui saluran yang elastis. Dala hal ini gravitasi gravitasi selalu membantu. Ketika hukum fisika yang terkait dengan Bumi tidak ada, maka yang tersisa hanya peristalsis.
"Itulah mengapa mereka masih bisa menelan, bahkan tanpa bantuan gravitasi. Jadi ada dampak dari kurangnya gravitasi di sana," kata Bunger.
Misi Artemis II
Misi Artemis II sendiri merupakan misi berawak pertama dari program Artemis. Misi ini membawa empat astronaut dalam perjalanan mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi untuk pertama kalinya setelah lebih dari setengah abad.
Awak pesawat Artemis II terdiri dari astronaut NASA yaitu Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, serta astronot CSA/Canadian Space Agency (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen. Mereka baru saja kembali ke Pusat Antariksa Johnson milik NASA di Houston setelah misi penerbangan melintasi bulan.
Dikutip dari laman resmi NASA, penerbangan uji coba berawak pertama program Artemis NASA lepas landas dari Landasan Peluncuran 39B di Pusat Antariksa Kennedy milik NASA di Florida pada pukul 18.35 EDT tanggal 1 April 2026.
Selama misi mereka yang berlangsung hampir 10 hari, awak pesawat menyelesaikan penerbangan lintas bulan yang memecahkan rekor. Misi ini membawa mereka sejauh 252.756 mil pada jarak terjauh dari Bumi dan 4.067 mil di atas permukaan bulan pada pendekatan terdekat mereka.
Artemis II mendarat di Samudra Pasifik pada pukul 20.07 tanggal 10 April 2026 di lepas pantai San Diego. Setelah mendarat di laut dan berhasil dijemput, keempat awak menjalani evaluasi medis pasca-misi sebelum kembali ke darat dan menaiki pesawat menuju Houston.
Setelah tiba, para awak disambut dan dipertemukan kembali dengan keluarga, teman, dan staf agensi mereka. Para awak kini akan memulai program pemulihan pasca-penerbangan, evaluasi medis dan kinerja manusia, serta pengarahan tentang sains di bulan.
Penulis adalah peserta magang Kemnaker di detikcom.
(nah/nah)











































