×
Ad

Screen Time Anak Berlebihan? Riset: Hati-hati! Bisa Ganggu Bahasa dan Emosi

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Sabtu, 11 Apr 2026 10:00 WIB
Ilustrasi Foto: Getty Images/Pitsanu Jaroenpipitaphorn
Jakarta -

Di tengah rutinitas yang padat, gawai kerap menjadi "jalan pintas" bagi orang tua untuk menenangkan anak. Namun, temuan terbaru dari Departemen Pendidikan Inggris mengingatkan penggunaan layar pada anak usia dini perlu dibatasi secara ketat.

Dalam laporan tersebut, anak di bawah usia lima tahun disarankan tidak terpapar layar lebih dari satu jam per hari. Bahkan, untuk anak di bawah dua tahun, para ahli merekomendasikan agar paparan layar dihindari sepenuhnya, kecuali dalam konteks interaktif bersama orang tua. Batasan ini dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan perkembangan otak dan kemampuan dasar anak.

Lantas, mengapa batasan ini begitu penting dan bagaimana cara mengaturnya tanpa membuat orang tua merasa kewalahan? Simak hasil riset di bawah ini.

Pengaruh Layar terhadap Perkembangan Bahasa

Mengutip laporan BBC, riset bertajuk Children of the 2020s menemukan fakta mengejutkan. Anak-anak dengan screen time tertinggi (sekitar lima jam sehari) memiliki kemampuan kosakata yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya terpapar sekitar 44 menit.

Temuan penelitian ini menunjukkan adanya potensi dampak screen time tinggi terhadap perkembangan bahasa anak. "Hubungan antara screen time dan kemampuan bahasa tidak bersifat linear, melainkan cenderung meningkat signifikan pada kelompok dengan screen time tertinggi," seperti dikutip dari hasil riset tersebut.

Pola ini sejalan dengan rekomendasi World Health Organization yang menyarankan anak usia 2-4 tahun tidak terpapar layar lebih dari satu jam per hari. Namun, dalam studi ini, penurunan kemampuan bahasa mulai terlihat lebih jelas ketika screen time melampaui sekitar 86 menit atau 1,5 jam per hari.

Fenomena ini tidak lepas dari fase emas perkembangan otak. Sekitar 90% pertumbuhan otak terjadi sebelum usia lima tahun-periode di mana interaksi langsung dengan manusia menjadi fondasi utama dalam pembelajaran bahasa dan keterampilan sosial.

Studi Children of the 2020s merupakan berskala nasional yang melibatkan sekitar 8.500 bayi yang lahir di Inggris pada September, Oktober, dan November 2021. Sampel penelitian ini diambil dari data penerima tunjangan anak His Majesty's Revenue and Customs (HMRC). Penelitian yang dipimpin University College London (UCL) ini mengikuti perkembangan anak sejak usia sembilan bulan hingga lima tahun.

Selain masalah penguasaan bahasa, anak dengan screen time tertinggi memiliki risiko lebih besar mengalami masalah emosional dan perilaku, yakni sebesar 39%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 17% pada anak dengan screen time terendah.




(rhr/pal)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork