Bintang yang terlihat berkelip di langit malam sering dianggap sebagai fenomena alami dari bintang itu sendiri. Padahal, secara ilmiah, cahaya bintang sebenarnya stabil dan tidak berkedip. Efek berkelip yang terlihat dari Bumi hanyalah ilusi optik akibat pengaruh atmosfer.
Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, cahaya bintang tampak berkelip karena harus melewati lapisan atmosfer Bumi yang tidak stabil. Perubahan suhu dan kepadatan udara membuat cahaya membelok secara acak sehingga tampak seperti berkedip saat dilihat dari permukaan Bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjelasan serupa juga disampaikan dalam BBC Sky at Night Magazine. Turbulensi udara di atmosfer menyebabkan cahaya bintang berubah-ubah, mulai dari kecerahan hingga warnanya. Fenomena ini dikenal sebagai atmospheric scintillation atau kelipan atmosfer, yang membuat bintang terlihat berkelap-kelip di langit malam.
Atmosfer Bumi Membuat Cahaya Bintang Tampak Berkelip
Cahaya dari bintang sebenarnya stabil ketika dipancarkan. Namun, saat memasuki atmosfer Bumi, cahaya tersebut melewati berbagai lapisan udara yang memiliki suhu dan kepadatan berbeda.
Perubahan itulah yang menyebabkan cahaya membelok secara acak. Pada proses ini, bintang tampak berkedip.
Fenomena scintillation ini juga bisa membuat warna bintang tampak berubah dari merah, menjadi biru, atau menjadi putih dalam waktu singkat. Hal ini terjadi karena cahaya bintang terdistorsi oleh turbulensi udara di atmosfer.
Selain itu, ketebalan atmosfer yang dilewati cahaya juga berpengaruh. Bintang yang berada dekat horizon biasanya terlihat lebih berkelip dibandingkan bintang yang berada tepat di atas kepala. Hal ini karena cahaya bintang di dekat horizon harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal.
Fenomena ini juga bisa dianalogikan dengan objek yang terlihat bergelombang akibat panas dari jalan aspal atau api. Distorsi udara panas membuat cahaya membelok dan menghasilkan efek visual yang mirip.
Kenapa Planet Tidak Berkelip Seperti Bintang?
Bintang terlihat berkelip karena jaraknya sangat jauh dari Bumi. Akibatnya, cahaya bintang tampak seperti titik kecil yang mudah terdistorsi oleh atmosfer. Sebaliknya, planet berada lebih dekat ke Bumi dan tampak sebagai cakram cahaya yang lebih besar.
Cahaya planet yang lebih lebar membuat distorsi atmosfer menjadi kurang terlihat. Inilah sebabnya planet tampak bersinar stabil dibandingkan bintang. Bahkan, jika melihat titik terang di langit yang tidak berkelip, kemungkinan besar itu adalah planet.
Selain itu, cahaya planet berasal dari pantulan sinar Matahari yang kembali ke Bumi dalam bentuk berkas yang lebih besar dibandingkan cahaya bintang. Hal ini membuat cahaya planet tidak mudah terganggu oleh perubahan atmosfer.
Indah, Tapi...
Bagi astronom, efek kelipan bintang justru bisa menjadi gangguan. Fenomena ini membuat gambar objek langit melalui teleskop tampak bergoyang atau tidak stabil. Kondisi ini dikenal sebagai astronomical seeing, yang menentukan seberapa jelas objek langit dapat diamati dari Bumi.
(rhr/twu)











































