Es Laut Antarktika Mulai Pulih pada 2026, Ini Penjelasan Ilmuwan

ADVERTISEMENT

Es Laut Antarktika Mulai Pulih pada 2026, Ini Penjelasan Ilmuwan

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Sabtu, 04 Apr 2026 18:00 WIB
ANTARCTICA - FEBRUARY 24: An aerial view of crabeater seals laying on ice berg on Horseshoe Island as Turkish scientists conduct fieldwork on Horseshoe Island within 7th National Antarctic Science Expedition under the coordination of the Scientific a
Antarktika. Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Setelah beberapa tahun mengalami penurunan ekstrem, luas es laut di Antarktika pada 2026 menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Data terbaru menunjukkan cakupan es mendekati rata-rata tahunan, meski masih berada di bawah angka normal jangka panjang.

Para ilmuwan menilai perubahan ini berkaitan dengan kondisi angin dan variasi alami yang memang sering terjadi di wilayah Antarktika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luas Es Laut Antarktika Meningkat

Para peneliti dari National Snow and Ice Data Center (NSIDC) di University of Colorado Boulder memperkirakan luas minimum es laut Antarktika tahun ini mencapai sekitar 2,58 juta kilometer persegi pada 26 Februari 2026.

Setiap tahun, es laut Antarktika menyusut saat musim panas di Belahan Bumi Selatan. Karena itu, titik terendah luas es biasanya dijadikan ukuran utama untuk melihat kondisi tahunan.

ADVERTISEMENT

Angka pada 2026 ini tercatat sebagai luas es ke-16 paling kecil sejak pengamatan satelit dimulai pada 1979. Meski begitu, kondisinya tetap lebih baik jika dibandingkan dengan empat tahun sebelumnya, yang mencatat penurunan sangat tajam.

Luas es tahun ini bahkan sekitar 730 ribu kilometer persegi lebih besar dibanding rekor terendah pada Februari 2023.

"Sepanjang sebagian besar tahun, es laut Antarktika berada jauh di bawah rata-rata harian," kata Ted Scambos, peneliti senior dari Cooperative Institute for Research in the Environmental Sciences, dilansir dari Phys.org.

Faktor Angin

Menurut para ilmuwan, perubahan kondisi angin turut memengaruhi luas es laut tahun ini. Pada Januari dan Februari, angin kuat dari arah selatan mendorong es laut menjauh dari pesisir di Laut Weddell.

"Lalu pada Januari dan Februari, angin kuat dari selatan mendorong es laut ke arah luar di Laut Weddell. Hal ini memperlambat penyusutan luas es sehingga menghasilkan titik minimum yang mendekati rata-rata," jelas Scambos.

Tidak Pulih Permanen

Meskipun demikian, para peneliti mengingatkan bahwa angka 2026 masih bersifat sementara. Kondisi pencairan yang berlanjut atau perubahan arah angin masih bisa membuat luas es berkurang lagi.

Ilmuwan NASA, Walt Meier, mengatakan perubahan seperti ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.

"Kembalinya kondisi yang tidak terlalu ekstrem tahun ini bukan hal yang tidak terduga, mengingat variasi besar dari tahun ke tahun pada es laut Antarktika yang terlihat dalam catatan satelit," ujarnya.



(rhr/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads