10 Negara dengan Kenaikan BBM Tertinggi sejak Perang Iran-AS, Pakar Respons Begini

ADVERTISEMENT

10 Negara dengan Kenaikan BBM Tertinggi sejak Perang Iran-AS, Pakar Respons Begini

fahri zulfikar - detikEdu
Selasa, 31 Mar 2026 21:00 WIB
Lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 berdampak signifikan terhadap konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Sepanjang periode Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri 2026, konsumsi BBM tercatat meningkat rata-rata 16 p
Foto: Muhammad Firman Maulana/Ilustrasi kendaraan antre BBM
Jakarta -

Harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan secara global imbas perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Menurut laporan, harga BBM sebelum dan setelah terjadi perang mengalami lonjakan drastis di sejumlah negara.

Pakar studi energi Universitas Gadjah Mada, Dr Ir Rachmawan Budiarto, ST, MT, IPU, mengatakan bahwa lonjakan harga minyak bisa mengganggu ketahanan energi suatu negara. Terlebih jika pasokan BBM menipis.

Jalur perdagangan internasional yang terganggu telah menjadi masalah serius sehingga menyebabkan kenaikan harga BBM yang melampaui asumsi suatu negara. Bagi Indonesia sendiri, menurutnya, ada risiko gangguan pasokan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita lihat pergerakan harga minyak saja sudah melewati asumsi yang digunakan dalam APBN, itu menunjukkan risiko ganggu pasokan sudah berada di depan mata" kata Rachmawan, dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (31/3/2026).

Di Indonesia, menurut laporan terbaru, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut bahwa kenaikan harga BBM belum akan dilakukan. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan panic-buying atas kabar yang beredar mengenai naiknya harga BBM.

ADVERTISEMENT

Bahkan, ia mengatakan persediaan BBM aman, sehingga tidak terjadi penyesuaian harga.

"Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik," jelas Mensesneg, dikutip dari detikNews.

"Tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian," imbuhnya.

Negara di Asia Tenggara Banyak yang Mengalami Kenaikan Harga BBM

Meski Indonesia aman dari kenaikan harga BBM untuk saat ini, negara lain sudah melaporkan kenaikan.

Berdasarkan data yang dianalisis dari Global Petrol Prices, sebuah platform data yang melacak dan menerbitkan harga energi ritel di sekitar 150 negara, sekitar 85 negara telah melaporkan kenaikan BBM sejak perang Iran dengan AS-Israel meletus pada 28 Februari 2026 lalu. Pada awal Maret 2026, sejumlah negara melaporkan kenaikan harga yang diprediksi akan meningkat hingga April 2026.

Menurut data yang dibandingkan sejak 23 Februari dan 11 Maret, tiga negara di Asia Tenggara mengalami kenaikan terbesar di antara 10 negara teratas. Ketiganya yakni Kamboja, Vietnam, dan tetangga dekat Indonesia: Singapura.

Sejak perang meletus, Kamboja mengalami kenaikan harga bensin tertinggi, hampir 68 persen. Harga BBM di Kamboja naik dari USD 1,11 atau sekitar Rp 18.875 per liter (oktan 95) sebelum perang dan melonjak menjadi USD 1,32 atau sekitar Rp 22.446 per liter pada 11 Maret.

Vietnam menyusul dengan kenaikan 50 persen dalam periode yang sama. Harga BBM di Vietnam naik dari USD 0,75 (Rp 12.573) menjadi USD 1,13 (Rp 19.215) per liter.

Berikut ini negara-negara terdampak perang Iran dengan AS-Israel yang mengalami kenaikan harga BBM, menurut data Global Petrol Prices, dikutip dari AlJazeera.

Daftar 10 Negara dengan Kenaikan BBM Tertinggi sejak Perang Iran-AS


1. Kamboja

Harga BBM sebelum perang: USD 1,11 atau Rp 18.875 per liter (Kurs Rp 17.010)

Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,32 (Rp 22.446) per liter

2. Vietnam

Harga BBM sebelum perang: USD 0,75 (Rp 12.573) per liter

Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,13 (Rp 19.215) per liter

3. Nigeria

Harga BBM sebelum perang: USD 0,59 (Rp 10.033) per liter

Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 0,80 (Rp 13.604) per liter

4. Laos

Harga BBM sebelum perang: USD 1,34 (Rp 22.786) per liter

Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,78 (Rp 30.268) per liter

5. Kanada

Harga BBM sebelum perang: USD 1,16 (Rp 19.725) per liter

Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,30 (Rp 22.106) per liter

6. Pakistan

Harga BBM sebelum perang: USD 0,92 (Rp 15.644) per liter

Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,15 (Rp 19.555) per liter

7. Maladewa

Harga BBM sebelum perang: USD 0,87 (Rp 14.794) per liter

Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,04 (Rp 17.685) per liter

8. Australia

Harga BBM sebelum perang: USD 1,11 (Rp 18.875) per liter

Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,31 (Rp 22.276) per liter

9. Amerika Serikat

Harga BBM sebelum perang: USD 0,87 (Rp 14.794) per liter

Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,01 (Rp 17.175) per liter

10. Singapura

Harga BBM sebelum perang: USD 2,16 (Rp 36.730) per liter

Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 2,50 (Rp 42.512) per liter




(faz/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads