Laporan hasil pemantauan polusi dari IQAir sepanjang 2025 menunjukkan kualitas udara di seluruh dunia kian memburuk. Sebagian besarnya dipicu oleh perubahan iklim dan kebakaran hutan karena ulah manusia, yang diperburuk oleh pembakaran bahan bakar fosil.
Fenomena ini mengurangi ketersediaan udara bersih yang dibutuhkan masyarakat dunia; angkanya menurun menjadi 14% dari tahun lalu, masih sebanyak 17%. Sementara World Health Organization (WHO), telah membatasi jumlah partikel halus PM2.5 paling banyak 5 mikrogram per meter kubik (Β΅g/mΒ³) bagi udara yang termasuk sehat.
Dari 143 negara di dunia, hanya tersisa 13 negara atau wilayah dengan udara bersih yang memiliki tingkat PM2.5 sesuai dengan ketentuan WHO. Alih-alih masuk ke dalam daftar negara dengan udara paling bersih, Asia justru didominasi oleh negara dengan udara tercemar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar kota di India menjadi kota dengan udara paling kotor di itu, dunia menurut IQAir. Sementara Pakistan menjadi negara nomor satu dengan udara paling kotor di dunia. Lantas negara mana saja yang memiliki udara paling bersih?
Daftar 13 Negara atau Wilayah dengan Udara Paling Bersih Sepanjang 2025
1. Polinesia Prancis, wilayah yang menjadi bagian dari Republik Prancis (1,8 Β΅g/mΒ³)
2. Puerto Riko, wilayah persemakmuran AS (2,4 Β΅g/mΒ³)
3. Kepulauan Virgin, AS (2,5 Β΅g/mΒ³)
4. Barbados (2,6 Β΅g/mΒ³)
5. Kaledonia Baru (3,6 Β΅g/mΒ³)
6. Islandia (3,7 Β΅g/mΒ³)
7. Bermuda, wilayah seberang laut Inggris Raya (3,8 Β΅g/mΒ³)
8. RΓ©union, bagian integral dari Republik Prancis dan Uni Eropa (4,3 Β΅g/mΒ³)
9. Andorra (4,3 Β΅g/mΒ³)
10. Australia (4,4 Β΅g/mΒ³)
11. Grenada (4,7 Β΅g/mΒ³)
12. Panama (4,8 Β΅g/mΒ³)
13. Estonia (4,9 Β΅g/mΒ³)
Sementara itu, Asia Selatan dan Afrika mencatatkan diri sebagai wilayah dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Berikut negara-negara dengan udara paling kotor di dunia versi IQAir.
Daftar Negara dengan Udara Paling Kotor Sepanjang 2025
1. Pakistan (67,3 Β΅g/mΒ³)
2. Bangladesh (66,1 Β΅g/mΒ³)
3. Tajikistan (57,3 Β΅g/mΒ³)
4. Chad (53,6 Β΅g/mΒ³)
5. Republik Demokratik Kongo (50,2 Β΅g/mΒ³)
6. India (48,9 Β΅g/mΒ³)
7. Mesir (47,1 Β΅g/mΒ³)
8. Irak (45,8 Β΅g/mΒ³)
9. Kuwait (44,2 Β΅g/mΒ³)
10. Bahrain (43,5 Β΅g/mΒ³)
Menurut CEO IQAir Global, Frank Hammes, pemantauan polusi udara sangat penting untuk mengetahui kualitas udara yang kita hirup sehari-hari.
"Memperluas akses ke data waktu nyata memberdayakan masyarakat untuk bertindak. Dengan mengurangi emisi dan mengatasi perubahan iklim, kita dapat mendorong peningkatan kualitas udara global yang bermakna dan berkelanjutan," ucapnya, dikutip dari Euronews, Senin (30/3/2026).
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(sls/faz)











































