Berabad-abad lalu, manusia meyakini bahwa bentuk Bumi adalah datar. Namun, pandangan tersebut perlahan terbantahkan oleh bukti-bukti ilmiah yang merujuk pada Bumi yang bulat. Lantas, mengapa Bumi bulat?
Dikutip Ultimate Globes, bentuk bulat pada Bumi dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Saat Bumi masih berupa massa cair, batuan dan gas panas sekitar 4,5 miliar tahun lalu, gaya gravitasi menarik kumpulan materi tersebut ke arah pusat yang mengubahnya menjadi bulat.
Lalu, ketika suhu planet mulai menurun dan menjadi lebih padat, sebagian besar bentuk bolanya tidak berubah. Bentuk bulat, memudahkan Bumi untuk menyebarkan gravitasi dengan rata di seluruh permukaannya, meminimalisir energi, dan menciptakan keseimbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring bertambahnya massa Bumi, gaya gravitasi akan jauh lebih dominan dibanding gaya lain. Mengutip thedailyECO, objek dengan massa cukup, biasanya memiliki diameter hingga ratusan kilometer. Sehingga, objek tersebut memiliki gaya gravitasi cukup besar untuk menarik material bawaannya membentuk bulat.
Bentuk bulat juga dipengaruhi oleh komposisi objek dan laju rotasinya. Perputaran yang cepat membuat bagian di garis khatulistiwa menggembung akibat gaya sentrifugal.
Bumi: Bukan Bola Sempurna
Bentuk Bumi bukan bola sempurna seperti tiruan bola bumi (globe), melainkan agak pipih dan menggembung. Bagian tengahnya (khatulistiwa) menggembung, sedangkan kutub-kutubnya terlihat sedikit pipih-disebut dengan spheroid oblat.
Rotasi Bumi memiliki peran sentral dalam hal ini, perputarannya menciptakan gaya yang mendorong benda-benda ke arah luar. Gaya ini begitu kuat di bagian khatulistiwa, dan cukup lemah di bagian kutub.
Di waktu yang bersamaan, gravitasi juga menarik segala sesuatu ke pusat Bumi. Maka, terdapat dua gaya yang terjadi saat Bumi berputar pada porosnya. Persinggungan dua gaya tersebut membentuk Bumi memiliki sisi yang menonjol, yang berada di khatulistiwa.
Bentuk Bumi juga dipengaruhi oleh gaya gravitasi bulan yang menyebabkan pasang surut air laut. Meski tidak benar-benar merubah bentuk Bumi, efek pasang surut dapat membuat permukaan di dekat pantai tampak melengkung atau bergelombang, dikutip dari buku Alasan Kenapa: Menyingkap Rahasia Sehari-hari dengan Sains dan Logika, karya INS Saputra.
Bagaimana Bentuk Bumi Memengaruhi Kegiatan Sehari-hari
Pengamatan luar angkasa, terlihatnya bayangan astronaut di Bulan, hingga pengamatan kapal yang perlahan menghilang dari pandangan telah membuktikan bahwa Bumi itu bulat. Selain itu, tanpa di sadari terdapat beberapa bukti konkret yang dirasakan manusia setiap hari.
Setidaknya ada empat bukti lain bahwa Bumi itu bulat:
- Adanya gaya gravitasi yang menarik semua benda ke pusat Bumi.
- Siang dan malam yang terjadi akibat rotasi Bumi. Bentuk bulat memungkinkan sebagian Bumi untuk mengalami malam dan belahan lainnya tetap terang.
- Iklim dan cuaca yang cenderung berbeda-beda di berbagai wilayah. Bentuk bulat membuat Bumi memperoleh cahaya matahari yang tidak merata.
- Zona waktu yang berbeda-beda. Bentuk bulat Bumi menyebabkan matahari mengenai berbagai bagian planet dengan sudut yang berbeda-beda.
