- 9 Cara Ampuh Membangun Persahabatan yang Awet 1. Memberikan Rasa Aman 2. Menjadi Pendengar yang Baik 3. Menularkan Kebahagiaan 4. Memaafkan 5. Hargai Latar Belakang dan Impiannya 6. Jangan Bersikap Malu dan Takut Dipermalukan 7. Hindari Rasa Takut Kehilangan 8. Prioritaskan Persahabatan 9. Jangan Terjebak pada Ekspektasi Berlebih
Psikolog sosial asal Amerika Serikat, Susan Newman, PhD, telah merawat persahabatan begitu lama hingga menjadi pakar. Di tengah pasang surut dunia persahabatan, ia menemukan cara agar hubungan bisa terjaga.
Studi telah membuktikan bahwa memiliki sahabat sejati sampai tua akan berdampak baik bagi kesehatan, terutama mental. Sebuah penelitian dari Harvard Medical School, The Grant Study, menyebutkan bahwa hubungan baik adalah kunci kebahagiaan dan kesehatan jangka panjang.
Sahabat sejati akan merasa apa yang kita rasakan, baik senang, sedih, kecewa, maupun rasa takut. Sebagai tempat curhat, mereka juga memvalidasi apa yang kita rasakan tanpa menghakimi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pengalamannya, Newman membagikan tips bagaimana persahabatan bisa bertahan lama. Berikut ulasannya, dikutip dari Psychology Today.
9 Cara Ampuh Membangun Persahabatan yang Awet
1. Memberikan Rasa Aman
Newman menjelaskan bahwa untuk menjalin hubungan yang kuat diperlukan saling memberi rasa aman. Saat seseorang nyaman menghabiskan waktu bersama, biasanya ia sudah merasa aman berada di dekat temannya. Karena rasa aman tidak selalu diciptakan dengan tindakan saling melindungi.
Hal ini bisa dimulai dengan bertanya kepada diri sendiri, "Bisakah temanku menceritakan sesuatu yang berantakan tanpa aku tersentak atau berusaha memperbaikinya?"
"Ini adalah kunci untuk mengembangkan hubungan dan pemahaman satu sama lain," kata Newman.
2. Menjadi Pendengar yang Baik
Tak hanya ingin didengar dan selalu bercerita, bersahabat juga berarti sanggup menjadi pendengar yang baik. Kepada sahabat, kita harus antusias dengan apa yang diceritakan teman.
"Mendengarkan berarti tetap penasaran cukup lama untuk benar-benar mendengarkan teman Anda," ujar Newman.
Kita bisa menunjukkan antusiasme dengan menyambung cerita yang belum tuntas. Beri highlight pada poin tertentu, untuk menunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengarkan.
3. Menularkan Kebahagiaan
Menurut Newman, rasa bahagia bisa menjadi bahan bakar yang membuat hubungan persahabatan terasa asyik. Berusahalah berbagi kesenangan, seperti meme lucu atau lelucon apa pun yang membuat tertawa.
"Kesenangan adalah obat. Jadilah orang yang selalu ingat untuk tertawa," ucap Newman.
4. Memaafkan
Berselisih adalah hal yang wajar dalam persahabatan. Namun, memaafkan menjadi hal yang penting untuk dilakukan.
Sering kali, persahabatan luntur karena saling diam dan tidak memaafkan. Untuk melatihnya, kamu bisa memulai percakapan dengan "Hei, aku merindukan kita. Bisakah kita bicara?", demikian kata Newman.
5. Hargai Latar Belakang dan Impiannya
Setiap orang berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda, maka sebagai sahabat, tidak berhak meremehkan teman kita sendiri. Selain itu, jangan memberi nasihat atau masukan jika tidak diminta lebih dulu.
6. Jangan Bersikap Malu dan Takut Dipermalukan
Karena tidak ada seorang pun yang suka dipermalukan, maka saat temanmu berusaha jujur, cobalah diam dan memahaminya. Perkataan yang cocok untuk momen ini adalah "Ya, aku juga pernah melakukan itu."
7. Hindari Rasa Takut Kehilangan
Semua orang akan takut kehilangan. Begitu pun kehilangan sahabat yang berharga.
Maka itu, sejak awal usahakan untuk tidak begitu terikat dengan keharusan untuk selalu berkomunikasi. Alih-alih berkomunikasi secara intens, persahabatan lebih kuat jika secara konsisten menanyakan kabar sesekali.
"Konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas," ucap Newman.
8. Prioritaskan Persahabatan
Di waktu-waktu tertentu, kamu harus meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membangun hubungan pertemanan yang baik. Karena sahabat sejati tidak terlahir hanya dalam satu malam.
9. Jangan Terjebak pada Ekspektasi Berlebih
Semua hal yang diberi ekspektasi lebih, akan berpotensi mengecewakan atau menyakitkan. Maka dalam persahabatan, kita tidak perlu berekspektasi bahwa teman kita akan bersikap sesuai dengan apa yang kita mau.
Sebaliknya, untuk mengenal karakter asli seseorang, kita harus membiarkan teman kita menjadi diri sendiri.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.










































