Mahasiswa di China akan segera menyambut libur musim semi. Uniknya, salah satu kampus mendorong mahasiswa untuk jatuh cinta selama libur tersebut.
Kampus itu adalah Sekolah Tinggi Vokasi Penerbangan Sichuan Barat Daya. Hal ini menjadi menarik karena tak banyak kampus yang memiliki imbauan demikian; biasanya hanya sebatas fokus pada liburan atau meningkatkan nilai akademis/nonakademis.
"Lihatlah bunga-bunga dan nikmati romansa," imbau kampus dalam akun WeChat resminya, dikutip dari Reuters, Minggu (22/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Populasi China Menurun
Walaupun China masih menduduki dua teratas negara dengan populasi penduduk terbanyak di dunia, pada 2025 angka populasi warganya menurun. Hal itu terlihat dari tren kelahiran anak dari tahun ke tahun.
Mengutip The Guardian, jumlah kelahiran di China pada 2025 hanya 7,92 juta. Sementara pada tahun 2024 sebanyak 9,54 juta kelahiran.
Artinya ada penurunan 17% dan ini menjadi angka terendah sejak 1949. Penurunan telah terjadi selama empat tahun berturut-turut.
Penurunan angka kelahiran Chia masih terjadi meski pemerintah telah menawarkan program subsidi perawatan anak nasional. Di mana warga bisa mendapat subsidi untuk biaya perawatan anak di bawah 3 tahun.
China Kenalkan Liburan Musim Semi-Gugur
Kebijakan liburan selama musim semi dan gugur menjadi solusi untuk permasalahan. Ajakan untuk jatuh cinta pun muncul setelah pemerintah memberlakukan kebijakan liburan ini.
Pemerintah juga menawarkan cuti berbayar bagi para pekerja yang bepergian di luar musim tersebut. Jadwal liburan ini akan dimulai pada April atau awal Mei.
Upaya ini menjadi upaya China dalam meningkatkan konsumsi domestik dan dorongan agar warga melakukan kegiatan rekreasi. Utamanya untuk meningkatkan kembali tren angka kelahiran.
Kebijakan Kota Ramah Anak
Selain itu, usaha pemerintah China juga dilakukan terhadap anak-anak. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) China menyerukan kota ramah anak.
Kota-kota ini akan memberikan layanan publik untuk anak yang lebih kuat dalam bidang pendidikan, kesehatan, perjalanan, olahraga, dan rekreasi.
Pakar demografi terkemuka James Liang menyebut masyarakat memang membutuhkan kebijakan demikian. Mereka perlu ruang yang cukup untuk membesarkan anak.
Dengan begitu, masyarakat terdorong untuk memiliki anak. Hal ini dapat memperbaiki masalah demografi China.
"Diperlukan upaya yang lebih besar untuk mendidik kaum muda tentang manfaat sosial dan pribadi dari membesarkan keluarga besar," tambah Liang.










































