Mengapa Anak Punya Gigi Susu Meski Nantinya Akan Copot? Begini Kata Sains

ADVERTISEMENT

Mengapa Anak Punya Gigi Susu Meski Nantinya Akan Copot? Begini Kata Sains

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Minggu, 15 Mar 2026 09:00 WIB
The first teeth of a child. Smile and laugh. Moms hand.
Foto: iStockphoto/Alina Kulbasnaia/Ilustrasi gigi anak bayi
Jakarta -

Anak-anak yang mulai tumbuh gigi susu kerap rewel karena rasa sakit dan gatal saat tunas putih gigi akan muncul. Namun, apa sebenarnya fungsi gigi susu bagi anak yang nantinya akan copot?

Saat beranjak dari bayi ke anak-anak sering kali gigi susu copot dan menjadi ompong. Meski begitu, keberadaan gigi susu tetap penting.

Selain tampak lucu, gigi susu berfungsi untuk mengunyah makanan, membantu kemampuan bicara, dan mempersiapkan rahang bagi gigi tetap. Lebih jauh lagi, sebuah penelitian menyebut, gigi susu dapat mengidentifikasi kondisi bayi saat di dalam kandungan hingga potensi kesehatan di masa depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana Perkembangan Gigi Susu?

Dokter anak di University of North Carolina (UNC) Health, dan profesor madya pediatri di UNC School of Medicine, Dr Priyanka Rao, mengatakan saat sudah lahir, gigi bayi akan tumbuh sekitar usia enam sampai sembilan bulan. Biasanya, gigi yang tumbuh lebih dulu dua di bagian depan atas atau bawah dan yang lainnya akan menyusul.

Sebagian besar anak, mendapat 20 buah gigi susunya ketika memasuki umur 2 tahun. Meski begitu, tidak semuanya memiliki waktu tumbuh gigi yang sama karena pertumbuhannya bisa dikatakan acak. Sebagian orang berpendapat itu adalah faktor genetik, tapi belum bisa dipastikan kebenarannya.

ADVERTISEMENT

Meski keberadaannya tidak memiliki alasan yang jelas, gigi susu berfungsi menjaga ruang untuk gigi permanen yang baru tumbuh pada usia 6 atau 7 tahun, serta memastikan rahang dalam keadaan baik. Gigi bayi baru tumbuh saat mereka memasuki fase (makanan pendamping ASI) MPASI dan mulai mengkonsumsi makanan padat.

"Dulu orang menyebutnya gigi penyapihan karena gigi ini tumbuh pada saat Anda mulai berpikir untuk menyapih dari susu atau botol dan mulai menggunakan gigi Anda untuk bisa makan," ungkap Rao, dikutip dari Popular Science.

Gigi susu juga berfungsi sebagai indikator penting bagi perkembangan kemampuan berbicara dan bahasa pada bayi. Karena, gigi dapat membantu anak menghasilkan bunyi yang lebih kuat saat mengucapkan huruf "t" misalnya.

"Keberadaan gigi susu penting karena membantu lidah bergerak di dalam mulut. Dengan begitu, kita dapat menghasilkan berbagai bunyi sesuai dengan posisinya," ujar Rao.

Benarkah Gigi Susu Bisa Mengungkap Kondisi Ibu saat Hamil?

Sejumlah peneliti menemukan 90% garis-garis samar pada gigi enamel susu, yang disebut garis neonatal. Studi 2021 yang terbit di jurnal JAMA Network Open, mengungkap bahwa garis-garis tersebut merekam kondisi ibu selama mengandung.

Anak-anak yang lahir dari ibu dengan gangguan depresi, kecemasan, hingga riwayat masalah kejiwaan, memiliki garis neonatal yang lebih besar. Sebaliknya, anak yang lahir dari ibu dengan dukungan sosial baik, memiliki garis neonatal lebih sempit.

Namun, kita tidak perlu khawatir dengan kondisi tersebut karena itu bukan pertanda bahaya. Tampilan itu hanya menandakan bahwa terjadi peningkatan kortisol, yaitu hormon stres dapat meninggalkan bekas fisik pada enamel gigi.

"Orang-orang menghubungkan bahwa tingkat stres ibu tinggi, dan kadar kortisol tinggi di lingkungan dalam kandungan, sehingga terciptalah garis pada gigi tersebut," jelasnya.

Kendati demikian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait garis neonatal pada enamel gigi susu. Caranya dengan mengumpulkan gigi susu yang sudah tanggal, lalu memberikannya ke dokter gigi untuk dianalisis di laboratorium.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads