Tahukah detikers, predikat dokter tak hanya dimiliki oleh manusia? Di kalangan ikan, ada spesies yang disebut sebagai dokter karena bisa 'bersihin' ikan lain di terumbu karang, lo!
Salah satu spesies 'ikan dokter' pembersih yang unik ini bisa ditemui dari Afrika Timur dan Laut Merah sampai Polinesia Prancis. Ikan dokter juga ada di lautan Indo-Pasifik, dengan persebaran luas mulai dari Afrika Selatan dan Laut Merah, Jepang bagian selatan, hingga Great Barrier Reef di Australia bagian selatan dan Australia barat daya.
Ciri-ciri dan Keunikan Ikan Dokter
Ikan ini punya nama latin Labroides dimidiatus, biasanya dikenal dengan sebutan bluestreak cleaner wrasse. Dilansir dari Animal Diversity, ikan dokter biasanya tinggal di sekitar terumbu karang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga bisa ditemui di berbagai habitat lain, mulai dari kolam pasang surut, hamparan rumput laut, terumbu karang berbatu, hingga dasar pasir terbuka.
Ikan dokter memiliki tubuh yang ramping, memanjang, dan agak pipih dengan moncong yang runcing. Mulutnya kecil dengan bibir yang menonjol, serta dilengkapi dengan rahang dan gigi, termasuk dua gigi taring yang melengkung ke arah depan pada setiap rahang.
Ikan ini memiliki warna biru cemerlang dengan pita hitam lebar yang membentang dari ujung moncong hingga ekor. Pita ini semula sempit di bagian depan dan melebar ke bagian belakang, menutupi sebagian besar ekor, kecuali sinar atas dan bawah yang tetap berwarna biru.
Pada anak ikan, warnanya kadang seluruhnya hitam kecuali terdapat garis pucat di sepanjang sinar ekor. Menariknya, warna ikan dokter dapat berubah sesuai usia dan kondisi emosinya.
Dalam klasifikasi biologi, ikan dokter termasuk dalam filum Chordata, ordo Labriformes, keluarga Labridae, dan genus Labroides. Tidak terdapat variasi morfologi atau warna berdasarkan wilayah geografis, sehingga penampilan ikan ini relatif seragam di seluruh persebarannya.
Kebiasaan Bersih-bersih
Biasanya 1 hingga 3 ikan pembersih ini menempati satu wilayah pembersihan. Wilayah tersebut sering kali bersifat permanen.
Ikan-ikan ini aktif di siang hari dan mampu tidur, suatu perilaku dan kemampuan yang tidak biasa di antara ikan. Ketika kegelapan menyelimuti lautan, ikan dokter akan menggali ke dalam pasir di dasar laut dan menghasilkan selubung lendir tempat mereka tinggal hingga Matahari terbit.
Dalam hal makan, ia juga melakukan bersih-bersih. Makanan utamanya terdiri dari kopepoda parasit dan invertebrata lain yang diambil dari mulut dan insang ikan yang lebih besar. Mereka juga kadang-kadang memakan krustasea yang berenang bebas.
Biasanya, ikan yang lebih besar tidak akan memakan ikan pembersih kecil ini. Sebaliknya, mereka dengan mudah membuka mulut dan rongga insang mereka sehingga ikan dokter dapat membersihkan mulutnya.
Ini termasuk hubungan mutualistik antara ikan pembersih (cleaner wrasse) dan berbagai ikan besar di lautan.
Status Konservasi
Status konservasi ikan ini masih digolongkan sebagai "least concern" atau "paling tidak mengkhawatirkan" oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Hal ini karena belum ada studi yang cukup untuk menilai risiko yang mungkin dihadapi spesies ini di alam.
Baca juga: Di Manakah Air Paling Biru di Dunia? |
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(faz/faz)











































