Pemandangan awan seperti gumpalan berwarna putih di langit yang biru menjadi keindahan tersendiri. Namun, tahukah detikers mengapa awan berwarna putih dan bukan warna lain?
Ternyata, ada penjelasan di balik fenomena tersebut. Untuk mengetahuinya, perlu paham terlebih dahulu bahwa awan merupakan kumpulan tetesan air atau kristal es berukuran sangat kecil yang melayang di atmosfer Bumi.
Bentuk, ukuran, dan warna awan sangat beragam. Ada awan yang tampak tipis dan berserat seperti kapas yang ditarik, ada pula yang terlihat tebal, menggumpal, dan menjulang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh ketinggian awan, suhu udara, serta proses pembentukannya di atmosfer, demikian dilansir National Geographic Education.
Kenapa Awan Berwarna Putih
Awan umumnya tampak berwarna putih karena tersusun dari tetesan air atau kristal es berukuran sangat kecil yang melayang dan saling berdekatan di udara. Meski udara dan air murni pada dasarnya hampir transparan, awan tetap terlihat jelas di langit.
Hal ini berkaitan dengan cara cahaya matahari berinteraksi dengan tetesan air dan kristal es tersebut. Ketika cahaya matahari mengenai awan, tetesan air dan kristal es di dalamnya memantulkan cahaya ke berbagai arah.
Karena seluruh panjang gelombang cahaya matahari dipantulkan secara bersamaan, mata manusia menangkapnya sebagai warna putih. Jadi secara sederhana, awan berwarna putih karena tetesan air dan kristal es menyebarkan cahaya matahari secara merata dan mata menangkapkan dengan tampak warna putih.
Lantas bagaimana dengan awan mendung yang gelap keabuan?
Kenapa Awan Mendung Berwarna Lebih Gelap?
Warna awan dapat berubah saat hujan akan turun. Pada kondisi ini, uap air di dalam awan mulai menggumpal membentuk tetesan air yang lebih besar.
Jarak antar tetes menjadi lebih renggang sehingga cahaya matahari yang dipantulkan semakin sedikit. Akibatnya, awan hujan tampak lebih gelap, berwarna abu-abu hingga hitam.
Awan terbentuk ketika udara mencapai kondisi jenuh atau penuh dengan uap air. Udara hangat mampu menampung lebih banyak uap air dibandingkan udara dingin.
Saat suhu udara menurun, uap air akan mengembun, mirip seperti spons yang diperas, sehingga awan mulai terbentuk dan terlihat di atmosfer.
Jika proses pendinginan terus berlanjut, partikel air atau es di dalam awan akan semakin membesar. Ketika ukurannya cukup berat, partikel tersebut akan jatuh ke permukaan bumi sebagai presipitasi, seperti hujan, salju, atau hujan es.
Jika Langit Biru, Kenapa Awan Tetap Berwarna Putih?
Dilansir dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), tetesan air atau kristal es penyusun awan memiliki ukuran yang relatif sebanding dengan panjang gelombang cahaya matahari. Kondisi ini memicu jenis hamburan cahaya lain yang disebut 'hamburan Mie' atau Mie scattering.
Dalam hamburan Mie, seluruh panjang gelombang cahaya tersebar secara merata tanpa dibedakan. Karena semua warna cahaya matahari dipantulkan dengan intensitas yang hampir sama, mata manusia menangkapnya sebagai warna putih.
Meski begitu, awan tidak selalu tampak putih. Warna awan juga dapat berubah bergantung pada cahaya yang mengenainya. Saat Matahari berada di dekat cakrawala, seperti saat terbit atau terbenam, cahaya datang dengan sudut yang lebih rendah dan harus melewati lapisan udara yang lebih panjang.
Akibatnya, cahaya yang mencapai awan lebih kaya akan warna merah dan jingga. Ketika cahaya ini dipantulkan oleh tetesan air di awan, awan pun tampak berwarna hangat, seperti oranye atau kemerahan.
Sementara langit berwarna biru karena adanya proses hamburan Rayleigh. Ini terjadi saat cahaya matahari masuk ke atmosfer, ia membawa spektrum warna lengkap, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu (mejikuhibiniu).
Molekul udara dan partikel kecil di atmosfer lebih efektif menyebarkan cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru dan ungu. Namun, karena mata manusia lebih sensitif terhadap cahaya biru dan sebagian besar cahaya ungu diserap oleh lapisan ozon, maka warna biru-lah yang tampak dominan.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(crt/faz)











































