Apa yang Terjadi Setelah Perang Dunia 2? Ini Sederet Situasi Saat Itu

ADVERTISEMENT

Apa yang Terjadi Setelah Perang Dunia 2? Ini Sederet Situasi Saat Itu

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Senin, 09 Mar 2026 05:00 WIB
75 tahun lalu, dunia lagi dirundung Perang Dunia 2. Untuk mengakhiri, pasukan sekutu mulai menyerbu Okinawa, Jepang, tepat di hari ini di tahun 1945.
Perang dunia 2. Foto: The LIFE Picture Collection via Getty Images
Jakarta -

Dunia memasuki babak baru setelah berakhirnya Perang Dunia II pada 1945. Alih-alih hidup dengan aman dan nyaman, masyarakat pasca PD II justru dihadapkan dengan kenyataan pahit.

Peperangan yang menewaskan sekitar lebih dari 60 juta nyawa tersebut, juga menyisakan kerusakan parah di sebagian besar negara-negara Eropa dan Asia Timur. Para warga harus bertahan dan memulai hidup mereka dari nol.

Dijelaskan dalam Imperial War Museums (IWM), warisan tragedi tersebut terbagi kepada dua yaitu, dampak secara langsung dan dampak jangka panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi Awal Pasca Perang Dunia II

1. Krisis Kemanusiaan

Tidak hanya menewaskan puluhan juta jiwa, konflik tersebut juga menghilangkan tempat tinggal para warga sipil. Hal tersebut memaksa jutaan orang mengungsi dan membuat tempat tinggal darurat.

Misalnya di Tokyo, orang-orang mengubah bangkai bus menjadi hunian sementara. Para warga di Berlin juga terpaksa tidur di atas puing-puing reruntuhan rumah mereka yang terkena bom. Pada masa ini, setiap orang berusaha untuk tetap hidup dengan berbagai cara.

ADVERTISEMENT

2. Dampak Sosial dan Ekonomi

Setelah perang mereda, terjadi kelangkaan bahan makanan yang membuat jutaan orang kelaparan yang berujung pada pencurian dan penjarahan, karena hukum dan aturan belum kembali ditegakkan. Pada masa itu, juga terjadi inflasi di mana-mana, serta kerusakan berbagai pelayanan dan infrastruktur umum.

Selain itu, negara Sekutu yang menjadi pemenang perang (Inggris-AS-Uni Soviet), berkewajiban mencukupi kebutuhan para tawanan, tentara, pengungsi dan warga sipil yang terlantar. Mereka harus diberi makan, dirawat, ditampung, atau difasilitasi untuk kembali ke tempat asalnya.

3. Peran Sekutu di Negara yang Kalah

Uni Soviet, Inggris, dan AS sebagai pemenang perang juga masih harus mengawasi negara yang kalah, Jepang dan Jerman. Selain pemenuhan materil, Sekutu harus melakukan:

  • Demiliterisasi, menghilangkan kekuatan militer demi perdamaian.
  • Depolitisasi, menghilangkan politik ekstrem seperti Nazi dan militerisme Jepang.
  • Membentuk tatanan pemerintahan baru yang demokratis.

4. Pengadilan Penjahat Perang

Negara Sekutu harus mengadili para penjahat perang yang terdiri dari pimpinan militer dan sipil Jepang, serta kelompok Nazi, Jerman. Pengadilan internasional ini memperkenalkan istilah hukum baru yaitu, "genosida" dan "kejahatan terhadap kemanusiaan."

5. Konflik dan Balas Dendam

Setelah perang berakhir, dunia masih dihadapkan dengan sejumlah konflik dan tindakan balas dendam. Hal tersebut dipicu oleh rasisme dan ultranasionalisme yang terjadi di beberapa tempat.

Seperti perebutan etnis antara Ukraina dan Polandia, yang memakan banyak korban. Ada juga pengusiran 12 juta orang Jerman yang berada di Eropa Timur untuk kembali ke tempat asalnya.

6. Rekonstruksi Dunia

Istilah "Trümmerfrauen" atau "wanita puing," mulai muncul setelah PD II berakhir. Mereka adalah wanita yang bekerja membersihkan puing-puing bangunan yang hancur akibat pengeboman.

Seperti di Singapura dan HongKong, tawanan Jepang dipekerjakan sebagai pembersih puing. Sedikit demi sedikit, tata kota yang pernah hancur dapat digunakan kembali.

Dampak Jangka Panjang Perang Dunia II

1. Trauma Psikologis Masyarakat

Perang besar dari tahun 1930-1945 memuat sebagian besar generasi pada masa itu mengalami trauma psikologis berkepanjangan. Selain luka fisik, veteran dan warga sipil juga dibayang-bayangi oleh siksaan dan derita saat perang terjadi.

Untuk itu, seorang doktor asal Inggris Dr Ludgwig Guttman memperkenalkan perawatan cedera tulang belakang dengan terapi olahraga. Dari situ, terciptalah Pertandingan Stoke Mandeville yang diikuti para disabilitas pada tahun 1948. Hingga kini, warisan PD II tersebut diabadikan lewat paralimpiade internasional.

2. Munculnya Organisasi Internasional Baru

Atas nama perdamaian, lahirlah organisasi baru di bidang ekonomi International Monetary Fund (IMF), dan Bank Dunia, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bidang perdamaian dunia.

3. Runtuhnya Sistem Kolonial

Banyak dari wilayah jajahan Inggris, Prancis, dan Belanda mulai mencapai kemerdekaannya. Seperti lepasnya kendali Prancis dan Belanda di kawasan Indochina dan Hindia Timur. Kemudian, melemahnya kependudukan Inggris karena pemberontakan anti Inggris di Palestina dan Malaysia.

4. Awal Perang Dingin

Peperangan ini dipicu oleh perbedaan blok Barat dipimpin AS yang menganut paham liberal, dan blok Timur dikomandoi Uni Soviet yang menggunakan paham komunis. Kedua negara terlibat dalam Perang dingin lebih dari 40 tahun (1947-1991), tapi menghindari perang nuklir dan konfrontasi militer. Akibatnya, konflik tersebut berlangsung di tingkat politik, ekonomi, dan budaya, serta melalui propaganda.



(nah/nah)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads