Berbagai studi telah menemukan menulis catatan harian bisa menjadi praktik positif. Terbaru, sains mengungkapkan bahwa menuliskan rasa syukur setiap harinya bisa membuat hari-hari menjadi lebih baik secara mental.
Psikolog asal Amerika Serikat, Pamela Garcy, PhD, mengatakan menuliskan rasa syukur setiap harinya bisa membantu memandang kehidupan yang lebih baik. Pada gilirannya, bisa menentukan langkah-langkah ke depan yang lebih positif.
"(Menulis jurnal syukur) ini adalah cara untuk secara konsisten memperhatikan apa yang berjalan dengan baik yang dapat membantu Anda meningkatkan pandangan dan ketahanan Anda secara keseluruhan , sehingga Anda dapat mengambil langkah-langkah tindakan yang lebih positif menuju tujuan Anda," katanya, dikutip dari Psychology Today.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 6 manfaat dari menulis jurnal rasa syukur menurut sains:
6 Manfaat Menulis Rasa Syukur Menurut Sains
1. Perasaan yang Lebih Tenang
Menulis rasa syukur akan membuat kita sadar apa saja hal baik yang sudah dilewati, meski ada hal buruk yang terjadi. Rasa syukur, pada akhirnya bisa membuat kita memandang hari ke depan dengan lebih tenang.
Studi tahun 2003 oleh Emmons dan McCullough, menunjukkan bahwa dibandingkan dengan orang yang merasa kesulitan atas apa yang dialami dalam kehidupan, orang dalam kondisi bersyukur bisa merasa lebih hidup mereka lebih baik. Selain itu, mereka juga lebih optimis terkait harapan mereka untuk minggu mendatang.
2. Mampu Mengurangi Risiko Depresi
Saat seseorang terbiasa untuk berpikir positif, maka ia pandangan negatif terhadap orang lain dan dirinya sendiri akan berkurang. Menurut Garcy, fokus terhadap rasa syukur bisa mengurangi ke perasaan depresi. Dalam meta-analisis oleh Iodice dkk. (2021), para peneliti menyimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara rasa syukur dan depresi.
3. Meningkatkan Kesejahteraan Mental
Studi (2021) oleh Bohlmeijer dkk, menunjukkan bahwa melatih rasa syukur selama enam minggu mampu meningkatkan kesejahteraan mental, yang meninggalkan efek jangka panjang.
4. Hubungan dengan Orang Sekitar Akan Lebih Baik
Sering kali pikiran dan perasaan negatif membuat seseorang mudah tersinggung lalu bergesekan dengan orang lain. Dalam hal ini, perasaan syukur bisa meningkatkan hal sebaliknya.
Menurut studi oleh Jans-Beken, dkk (2019), meski tidak besar, rasa syukur dapat berdampak positif bagi kesejahteraan sosial, emosional, dan psikologis. Pada gilirannya, orang yang mudah bersyukur akan saling menghormati, sehingga bisa mempererat hubungan dan rasa kasih sayang ke orang lain.
5. Bisa Merasa Lebih Sehat
Dibandingkan orang yang sering mengeluh, orang yang bersyukur lebih jarang mengalami keluhan fisik karena rutin berolahraga. Namun, penting diingat bahwa rasa syukur tidak dapat terkait secara langsung terhadap kesehatan.
Jadi, jangan hanya mengandalkan rasa syukur untuk meningkatkan kesehatan fisik atau memberantas penyakit mental.
6. Lebih Mudah Puas dan Optimis
Studi oleh Emmons (2019) menyebutkan orang yang bersyukur merasa kehidupan mereka lebih baik secara keseluruhan dan lebih optimis untuk hidup yang mendatang.
Garcy menilai, menulis jurnal rasa syukur bisa jadi psikologi positif, yakni praktik menikmati setiap proses kehidupan yang dilewati.
"Betapa beruntungnya seseorang saat mereka bersikap kreatif dan fokus pada hal-hal baik yang ada dalam hidupnya. Rasa syukur pada akhirnya dapat mendorong seseorang untuk keluar dari kebiasaan mengeluh dan berpikir negatif," ujarnya.
Saat seseorang menuliskan rasa syukurnya setiap hari, maka secara perlahan pandangan hidupnya akan berubah jauh lebih optimis. Karena manfaat yang dirasakan ini, banyak orang kemudian menulis jurnal rasa syukur sebagai kebiasaan yang harus dipertahankan.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(sls/faz)











































