Pertama! Kapal Pesiar Mesir Kuno Ditemukan Dekat Pantai Alexandria

ADVERTISEMENT

Pertama! Kapal Pesiar Mesir Kuno Ditemukan Dekat Pantai Alexandria

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Sabtu, 28 Feb 2026 20:00 WIB
Kapal pesiar era Mesir kuno di bawah Romawi ditemukan di lepas pantai Alexandria
Foto: (3D photogrammetry by Christoph Gerigk Β© Franck Goddio / Hilti Foundation via Archeology News Online Magazine)
Jakarta -

Penemuan pertama dari kapal pesiar Mesir kuno ditemukan dekat Pantai Alexandria, Mesir. Kapal pesiar ini masih ditemui ukiran grafiti Yunani saat kapal dibuat. Usianya diperkirakan dari era awal Romawi pada paruh abad pertama Masehi.

Lokasi kapal ini ditemukan di lepas Pantai Alexandria, di Pulau Antirhodos yang tenggelam yang dulunya merupakan bagian dari Portus Magnus, nama pelabuhan kerajaan kuno era Mesir Romawi yang kini menjadi bagian pelabuhan timur Alexandria. Penggalian bawah air ini dipimpin oleh Institut Arkeologi Bawah Air Eropa (IEASM), demikian dilansir dari Archaeology News Online Magazine.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spesifikasi Kapal Pesiar

Bangkai kapal ini terdiri dari kayu-kayu yang terpelihara dengan sangat baik, dengan panjang sekitar 28 meter, dari sebuah kapal yang awalnya memiliki panjang sekitar 35 meter dan lebar sekitar 7 meter.

Desainnya dirancang untuk memberikan lebar maksimum, memungkinkan ruang untuk paviliun tengah dan kabin yang didekorasi dengan rumit. Lambungnya yang berdasar datar, dengan garis tajam di haluan dan buritan yang membulat seperti dibuat sangat khusus. Arkeolog memperkirakan kemungkinan besar kapal ini tidak dirancang untuk perjalanan di perairan terbuka tetapi lebih untuk perairan yang tenang dan dangkal. Menurut para arkeolog, kapal tersebut digerakkan sepenuhnya oleh dayung dan membutuhkan lebih dari 20 pendayung.

ADVERTISEMENT

Grafiti Yunani yang ditemukan pada struktur pusat kapal menunjukkan bahwa kapal tersebut berasal dari paruh pertama abad pertama Masehi dan mengindikasikan bahwa kapal itu dibangun secara lokal di Alexandria.

Garis waktu ini sesuai dengan catatan ahli geografi Strabo, yang mengunjungi kota itu beberapa dekade sebelumnya dan berbicara tentang perahu kabin yang digunakan dalam festival, rekreasi, dan upacara keagamaan di sepanjang kanal yang dipenuhi vegetasi lebat.

Ditemukan Dekat Kuil Isis, Tenggelam Imbas Bencana

Bangkai kapal tersebut berjarak kurang dari 50 meter dari reruntuhan Kuil Isis, tempat penggalian arkeologi lain yang sedang berlangsung. Berdasarkan lokasi dan penanggalannya, para peneliti percaya bahwa kapal tersebut mungkin tenggelam dalam peristiwa bencana sekitar tahun 50 Masehi, ketika gempa bumi dan gelombang pasang menyebabkan sebagian besar garis pantai, istana, dan kuil Alexandria runtuh ke laut.

Interpretasi yang sangat berbeda mengusulkan fungsi ritual. Kapal pesiar itu mungkin milik Kuil Isis dan dengan demikian memainkan peran dalam navigium Isidis tahunan, sebuah prosesi seremonial yang memeragakan kembali perjalanan matahari sang dewi menuju Canopus.

Kapal Pesiar Seperti dalam Mosaik Nil Palestrina

Mosaik Nil di PalestrinaMosaik Nil di Palestrina Foto: (Wikipedia/Camelia Boban)

Kapal serupa muncul dalam seni kuno, seperti Mosaik Nil Palestrina. Mosaik Nil Palestrina adalah mosaik lantai Helenistik akhir yang menggambarkan Sungai Nil dalam perjalanannya dari Nil Biru ke Mediterania. Mosaik ini merupakan bagian dari gua suci Klasik di Palestrina, sebuah kota di sebelah timur Roma Kuno, di Italia tengah.

Tetapi bangkai kapal yang baru ditemukan jauh lebih besar daripada sebagian besar penggambaran yang diketahui. Penemuan ini juga mengingatkan kita pada istana terapung legendaris para penguasa Ptolemaik, termasuk yang konon milik Cleopatra VII, sebuah bukti tradisi panjang perahu seremonial dan pesiar di Mesir.

Penelitian tentang bangkai kapal masih dalam tahap awal, dan sesuai pedoman UNESCO, kapal itu sendiri akan tetap berada di dasar laut untuk konservasi. Penggalian di daerah sekitarnya diharapkan akan berlanjut dan tidak diragukan lagi akan menghasilkan detail lebih lanjut tentang kehidupan sehari-hari, praktik keagamaan, dan rekreasi elit di Alexandria di bawah Romawi kuno awal.




(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads