Landak Pernah Dikaitkan dengan Sihir di Negara Ini, Dibasmi hingga Terancam Punah

ADVERTISEMENT

Landak Pernah Dikaitkan dengan Sihir di Negara Ini, Dibasmi hingga Terancam Punah

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Jumat, 27 Feb 2026 05:00 WIB
resor landak
Foto: (Parkdean Resorts)/Ilustrasi landak
Jakarta -

Sejak ribuan tahun lalu, manusia sudah mengenal hewan landak dan hidup berdampingan hingga dijadikan simbol kesuburan. Namun, di wilayah Inggris, landak dipandang negatif selama Abad Pertengahan hingga dibasmi. Apa alasannya?

Saat ini, terdapat 17 spesies landak yang tersebar di Eropa, Afrika, dan Asia. Banyak spesies landak yang hidup berdekatan dengan manusia sampai saat ini.

Namun dalam sejarahnya, landak mengalami citra yang berubah, dari yang pernah dianggap positif, negatif, hingga kembali positif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Landak Dianggap sebagai Pelindung hingga Penyembuh

Kandidat PhD di Universitas Nottingham, Kate Davies mengatakan bahwa pada zaman Mesir kuno, para landak dipandang sebagai penuntun dan pelindung. Hal itu disebabkan karena landak melakukan hibernasi selama musim dingin dan kembali dengan utuh setelahnya.

Selain itu, mereka kerap dijadikan objek olahraga masyarakat Mesir kuno. Duri di badan landak juga digunakan untuk obat tradisional dan dipercaya dapat menumbuhkan rambut kepala.

ADVERTISEMENT

"Namun, orang Mesir juga memburu mereka untuk olahraga dan menggunakan duri mereka dalam pengobatan tradisional, termasuk yang dipercaya dapat menyembuhkan kebotakan," katanya, seperti dikutip dari phys.org.

Di China kuno, tradisi sempat mengubah citra landak dari roh menakutkan menjadi pelindung sebuah rumah tangga dan penyembuh yang sakral. Meski begitu, pandangan berbeda datang dari wilayah Eropa.

Dianggap Mistis, Hama, dan Dimusnahkan

Davies mengatakan, selama Abad Pertengahan landak dianggap hewan yang berkaitan dengan ilmu sihir di Inggris. Masyarakat kuno percaya, landak adalah penyihir yang menyamar untuk merusak ladang, serta bisa mencuri susu sapi dan kambing di peternakan.

Misalnya, dalam ilustrasi zaman Abad Pertengahan, sering muncul landak sedang membawa buah di punggungnya. Ini sebagai penggambaran landak yang suka mencuri.

"Sebuah gambaran yang masih muncul dalam buku anak-anak dan suguhan pesta ulang tahun hingga saat ini," ujarnya.

Kisah tersebut berkembang hingga pada 1532, terdapat Undang-Undang yang menganggap landak sebagai hama. Sejak itu, landak diburu untuk dimusnahkan dan pemburu diberi imbalan untuk setiap landak.

Praktik ini berlangsung selama 140 tahun dari 1660 hingga 1800. Sekitar setengah juta landak dimusnahkan dengan cara ini-angka yang sebanding dengan sebagian besar populasi landak di Inggris saat ini.

Jadi Hewan yang Dilindungi

Meski akhirnya UU tentang pemusnahan landak dicabut, puluhan ribu landak masih tetap dibasmi sampai 1980-an. Baru pada era modern, persepsi masyarakat terhadap landak berubah.

Pada 2016, landak terpilih sebagai mamalia favorit Inggris, mengalahkan rubah merah yang berada di urutan kedua. Sayangnya hal itu tidak menolong populasi landak secara signifikan.

Baru-baru ini, landak diklasifikasi ulang sebagai "hampir terancam punah" dalam daftar merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam atau International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(sls/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads