RI Akan Punya Kapal Riset Baru, Perkuat Eksplorasi Maritim-Mitigasi Bencana

ADVERTISEMENT

RI Akan Punya Kapal Riset Baru, Perkuat Eksplorasi Maritim-Mitigasi Bencana

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Jumat, 20 Feb 2026 20:30 WIB
Nelayan menggunakan perahunya melintas di dekat bongkar muat peti kemas di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menargetkan kontribusi sektor maritim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dari 8,1 persen pada 2025 menjadi 9,1 persen pada 2029, melalui peningkatan kapasitas dan efisiensi pelabuhan utama serta penguatan jaringan tol laut yang menjadi tulang punggung logistik nasional. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar
Ilustrasi perairan Indonesia. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Pemerintah Indonesia melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berencana membangun tiga kapal riset baru. Kapal-kapal ini rencananya akan memperkuat penelitian di bidang maritim dan kelautan.

Dilansir dari laman resmi BRIN, pembangunan kapal dilakukan lewat skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN). Kapal ini ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas riset laut secara signifikan di masa depan.

Menurut BRIN, ketiga kapal ini diharapkan dapat beroperasi penuh pada beberapa tahun mendatang. Kapal-kapal ini diproyeksikan akan berkontribusi terhadap penguatan riset geosains, kelautan, hingga mitigasi bencana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga Kapal Riset RI

Kapal riset RI tersebut akan berfungsi sebagai laboratorium terapung. Kapal-kapal ini dirancang untuk memiliki fasilitas modern yang bermanfaat dalam observasi kelautan, eksplorasi geologi bawah laut, dan penelitian biodiversitas laut dalam.

Pengelola Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi Hananto mengatakan, pada proyek ini, dua kapal riset yang akan dioperasikan sedang dalam proses pengadaan dari skema PHLN untuk pinjaman luar negeri. Sedangkan satu unit kapal baru lainnya akan dibangun lewat skema KPBU.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melengkapi menerapkan fleet management unit (unit manajemen armada) untuk optimalisasi pengelolaan kapal riset.

"Proyek ini merupakan inisiatif strategis bagi kita untuk memperkuat riset ilmiah kelautan nasional melalui pembangunan, pengelolaan, dan pengoperasian armada kapal riset secara terpadu," ucapnya.

Kapal ini dirancang mampu beroperasi total hingga 900 hari layar per tahun, dengan setiap kapal menempuh sekitar 300 hari penelitian di laut. BRIN menargetkan kapal riset ini menjadi tulang punggung riset nasional, sehingga Indonesia tak lagi bergantung pada fasilitas negara lain dalam penelitian maritim.

Selain itu, kapal riset juga akan mendukung kerja sama antar lembaga, universitas, dan sektor industri. Khususnya yakni dalam proyek mitigasi bencana laut, eksplorasi energi biru, serta pengembangan teknologi oseanografi.

Melanjutkan Ekspedisi Laut dan Kolaborasi Ilmiah

Menggunakan kapal riset Jia Geng milik Xiamen University, China, sebanyak 22 peneliti China dan 10 peneliti RI tahun lalu bertolak ke wilayah selatan NTT. Di sana, mereka meneliti tumbukan lempeng Australia-Jawa dan dampaknya terhadap potensi bencana geologi, seperti gempa bumi dan tsunami.

Berada di di dekat palung terdalam Samudra Hindia (sekitar 7.200 meter), wilayah ini memiliki aktivitas tektonik sangat tinggi. Untuk mengoptimalkan riset, kapal Jia Geng yang dilengkapi peralatan geofisika seperti air gun besar dan sumber elektromagnetik digunakan, beserta 30 unit ocean bottom seismometer (OBS) dan 30 unit ocean bottom electromagnetic (OBEM) yang akan ditempatkan di dasar laut.

Ekspedisi geosains laut yang dimulai pada Minggu (10/8/2026) tersebut merupakan kolaborasi antara BRIN, Second Institute of Oceanography (SIO) China, dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Lima hari sebelumnya, kapal riset Jia Geng sudah tiba di Jakarta setelah menempuh pelayaran dari China sejak 28 Juli 2025.

Dengan adanya pembangunan kapal riset baru ini, BRIN berharap Indonesia dapat berdiri sejajar dengan negara maritim maju. Riset dengan kapal-kapal RI ini diharapkan menghasilkan data ilmiah yang lebih komprehensif untuk pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan.



(rhr/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads