Ikan Endemik Bangka Belitung Terancam Punah, BRIN-UBB Turun Tangan

ADVERTISEMENT

Ikan Endemik Bangka Belitung Terancam Punah, BRIN-UBB Turun Tangan

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Jumat, 13 Feb 2026 09:30 WIB
Ikan tempalak mirah atau Betta burdigala
Ikan tempalak mirah atau Betta burdigala. Foto: Dok DJKI/Kemenkumham
Jakarta -

Peneliti menyoroti penurunan populasi Betta burdigala, ikan endemik Bangka Belitung. Kondisi ini mendorong Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan Universitas Bangka Belitung (UBB) melakukan upaya konservasi.

BRIN dalam laman resminya menjelaskan, Betta burdigala berstatus sangat terancam punah (Critically Endangered). Status ini merujuk pada data International Union for Conservation of Nature (IUCN) atau Uni Internasional untuk Konservasi Alam.

Di samping itu, beberapa spesies Betta endemik di Bangka dan Belitung juga berstatus terancam (endangered/EN) hingga rentan (vulnerable/VU). Upaya konservasi melalui riset dinilai sangat penting untuk memastikan kelestariannya, termasuk sebagai ikon ekonomi dan ekologi Babel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, bagaimana riset ini akan berlangsung?

ADVERTISEMENT

Konservasi Ikan Endemik Babel Betta Burdigala

Kerja sama BRIN-UBB mengusung riset domestikasi dan pemantauan keragaman genetik ikan Betta sp. endemik Kepulauan Bangka Belitung hasil domestikasi.

Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN sekaligus penanggung jawab riset ini, MH Fariduddin Ath-Thar, menjelaskan riset domestikasi ikan Betta burdigala dinilai penting untuk mengembalikan eksistensinya, sekaligus melestarikan keragaman genetik populasi di alam.

Selaras, penanggung jawab riset dari UBB Ahmad Fahrul Syarif menjelaskan, pemulihan populasi dilakukan di habitat aslinya.

"Kerja sama ini sekaligus juga mendukung pemulihan populasi di habitat aslinya melalui domestikasi dan pengelolaan genetik secara berkelanjutan," sambung , dikutip dari BRIN pada Kamis (12/2/2026).
Awalnya, ikan Betta burdigala akan dipindahkan ke dalam lingkungan terkontrol sebagai langkah awal domestikasi. Kemudian, peneliti akan mengevaluasi efektivitas hatchery dan program restocking melalui monitoring keragaman genetik.

Upaya ini bukan hanya untuk mengembalikan stok ikan endemik ini di alam. Hasilnya juga dapat dijadikan acuan ilmiah dalam rekomendasi konservasi genetik Betta burdigala.

Selain itu, model ini dapat ditiru untuk pemantauan ragam genetik dan konservasi ikan endemik yang ada di Indonesia dengan lebih mudah dan akurat.

Harapannya, kerja sama ini juga mempercepat pemanfaatan hasil riset oleh masyarakat, termasuk di sektor perikanan.



(sls/twu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads