Tahukah detikers, jika dihitung sekilas, tubuh manusia tampak memiliki banyak lubang. Ada mulut, hidung, telinga, anus, hingga saluran kemih. Namun, bagian mana yang benar-benar bisa disebut lubang secara sains dan berapa jumlahnya?
Untuk menjawabnya, perlu mengetahui apa arti lubang. Para ilmuwan menggunakan pendekatan dari cabang matematika bernama topologi untuk definisi "lubang".
Pengertian Lubang dalam Istilah Matematika
Dosen matematika dari Manchester Metropolitan University di Inggris, Katie Steckles, menjelaskan bahwa dalam topologi, lubang adalah jalur yang benar-benar tembus dari satu sisi ke sisi lain. Contoh paling mudah adalah donat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Donat terlihat sederhana, tetapi hanya memiliki satu lubang, yaitu bagian tengahnya yang bisa dilewati dari satu sisi ke sisi lain. Sebaliknya, cekungan yang punya ujung tidak dianggap sebagai lubang.
"Banyak orang menganggap lubang sebagai cekungan pada benda padat. Tetapi ini bukanlah lubang sebenarnya, karena memiliki ujung (yang mentok)," kata Steckles, dikutip dari Live Science.
Selain donat, dalam topologi matematika, lubang juga apa yang ada pada sedotan, tabung dua lubang seperti pipa, dan sebagainya.
Mulut dan Anus Dihitung Satu Lubang Pencernaan
Cara pandang ini membuat sistem pencernaan manusia dihitung secara berbeda. Meski tubuh manusia memiliki mulut dan anus, keduanya sebenarnya merupakan bagian dari satu jalur yang sama.
Makanan masuk melalui mulut, melewati saluran pencernaan, lalu keluar melalui anus tanpa terputus. Karena membentuk satu jalur tembus, sistem pencernaan dihitung sebagai satu lubang, bukan dua.
Untuk memudahkan pemahaman, para peneliti sering menggunakan contoh sedotan. Sedotan memang memiliki dua ujung, tetapi bagian dalamnya menyambung dari ujung ke ujung. Karena itu, sedotan hanya dianggap memiliki satu lubang. Prinsip yang sama diterapkan pada saluran pencernaan manusia.
Pendekatan ini membuat jumlah lubang tubuh manusia menjadi lebih sedikit dibandingkan jumlah bukaan yang terlihat dari luar.
Jadi, Berapa Jumlah Lubang Tubuh Manusia?
Jika yang dihitung hanyalah jalur yang benar-benar tembus, tubuh manusia umumnya dianggap memiliki tujuh lubang. Pertama saluran pencernaan dan dua setelahnya yakni dua lubang hidung yang terhubung ke rongga hidung.
Lubang selanjutnya yaitu empat saluran kecil di sudut mata yang berfungsi mengalirkan air mata ke dalam hidung. Meski ukurannya sangat kecil dan jarang diperhatikan, saluran air mata ini merupakan jalur yang saling terhubung.
Namun, jumlah bukaan tidak selalu sama dengan jumlah lubang. Jika beberapa jalur bertemu dan tersambung di dalam tubuh, semuanya dihitung sebagai satu struktur.
Steckles menjelaskan konsep ini dengan contoh pakaian dalam. Meski pakaian dalam memiliki tiga bukaan, satu di pinggang dan dua di kaki, tapi secara topologi pakaian dalam hanya memiliki dua lubang yakni untuk pinggang dan kaki.
Pada tubuh perempuan, terdapat kemungkinan satu lubang tambahan. Hal ini berkaitan dengan sistem reproduksi perempuan. Vagina terhubung ke rahim, lalu ke dua saluran tuba falopi yang ujungnya terbuka di rongga perut.
Dalam kondisi tertentu, jalur ini bisa membentuk lubang tembus tambahan. Karena itu, menurut sebagian matematikawan, tubuh perempuan dapat memiliki delapan lubang, sedangkan tubuh pria umumnya memiliki tujuh.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(crt/faz)











































