Rahasia Warga Brasil Bisa Hidup Lebih dari 110 Tahun, Begini Studinya

Rahasia Warga Brasil Bisa Hidup Lebih dari 110 Tahun, Begini Studinya

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Selasa, 27 Jan 2026 12:30 WIB
Rahasia Warga Brasil Bisa Hidup Lebih dari 110 Tahun, Begini Studinya
Ilustrasi lansia. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Bayangkan seseorang yang masih bisa berjalan, bercakap, dan bahkan berpikir tajam pada usia 110 tahun. Di Brasil, pemandangan seperti itu bukan sekadar kisah langka, melainkan bagian dari kenyataan yang menarik perhatian ilmuwan dunia.

Dilansir Genomic Press, para peneliti di Universitas SΓ£o Paulo menemukan, setidaknya ada 20 warga Brasil yang mampu hidup hingga usia di atas 110 tahun dengan kondisi fisik dan mental yang masih terjaga. Mereka yang disebut supercentenarian ini bukan hanya sekadar panjang umur, tapi juga punya daya tahan tubuh dan susunan genetik yang luar biasa kuat.

Para peneliti menduga rahasia umur panjang orang Brasil terletak pada keragaman genetik dan sistem imun yang tetap aktif di usia ekstrem. Kombinasi keduanya membuat mereka tahan terhadap penyakit dan mampu beradaptasi dengan perubahan tubuh seiring waktu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Variasi Gen Orang Brasil

Penelitian yang dipimpin Dr Mayana Zatz dari Human Genome and Stem Cell Research Center, Universitas SΓ£o Paulo, menunjukkan Brasil bisa menjadi tempat penting untuk memahami rahasia umur panjang ekstrem.

Negara ini punya sejarah campuran genetik yang unik, yaitu dari keturunan-keturunan koloni Portugis yang datang sejak 1500, sekitar 4 juta orang Afrika yang dibawa paksa menjadi budak, hingga imigran Eropa dan Jepang. Kondisi ini menghasilkan variasi gen luar biasa banyak.

ADVERTISEMENT

Dalam riset yang melibatkan lebih dari seribu orang Brasil berusia di atas 60 tahun, para ilmuwan menemukan lebih dari 8 juta varian genetik baru yang belum pernah tercatat di basis data global.

Penulis pertama riset ini, Mateus Vidigal de Castro, memperkirakan, variasi gen supercentenarian keturunan campuran kemungkinan berpengaruh pada panjang umurnya mereka.

"Di dalamnya bisa saja ada varian pelindung unik yang tidak tampak pada populasi yang gennya lebih homogen," tuturnya.

Faktor Keluarga Umur Panjang

Banyak dari para supercentenarian ini tinggal di wilayah yang minim fasilitas kesehatan. Walaupun dengan kondisi tersebut, mereka tetap bisa mandiri, aktif, dan berpikir jernih hingga lebih dari seabad.

Salah satu contohnya adalah Sister Inah, biarawati asal Brasil yang sempat dinobatkan sebagai manusia tertua di dunia sebelum wafat pada April 2025 dengan usia 116 tahun. Ia dikenal hidup sederhana dan jarang sakit.

Tim peneliti juga menemukan satu bibi dan tiga ponakan yang seluruhnya berusia di atas 100 tahun. Sang bibi berumur 110 tahun, sedangkan keponakan tertuanya masih aktif ikut kompetisi renang pada usia 106.

Kelompok keluarga langka seperti menurut de Castro memberi petunjuk berharga tentang bagaimana faktor genetik dan lingkungan bisa berinteraksi dalam mendukung umur panjang.

Tubuh yang Menolak Tua

Secara biologis, tubuh mereka memang menunjukkan perbedaan signifikan. Sistem imun para supercentenarian tetap aktif seperti orang muda. Bahkan, sel-sel tubuh mereka masih mampu mendaur ulang protein rusak yang biasanya menumpuk seiring usia.

Lebih mengejutkan lagi, tiga supercentenarian di Brasil terbukti selamat dari COVID-19 sebelum vaksin tersedia. Analisis darah mereka menunjukkan antibodi yang kuat dan sistem imun yang masih sangat tangguh.

Para peneliti berpendapat, penuaan imun pada supercentenarian tidak selalu berarti melemah, tetapi justru bentuk adaptasi tubuh yang menjaga mereka tetap panjang umur dan sehat.

Hasil studi pada tulisan ini telah dipublikasikan di jurnal Genomic Press dengan judul "Insights from Brazilian supercentenarians", 6 Januari 2026.




(rhr/twu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads