Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tidak akan terlibat dalam pakta militer mana pun. Prabowo menyebut akan meneruskan politik luar negeri yang sudah lama dianut Indonesia, yakni bebas aktif dan non-blok.
Pernyataan tersebut muncul saat membahas kembali isu terkait perang dunia 3 dan apa yang akan terjadi pada Indonesia, sekalipun tidak terlibat. Prabowo mengatakan garis politik non-blok merupakan warisan para pendiri bangsa. Hal ini disampaikannya dalam taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat hari Senin kemarin (2/2/2026).
"Karena itu saya jalankan sebagai mandataris, meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa kita, saya menjalankan politik luar negeri yang menganut tetap garis kita bebas aktif tapi non-align, non-blok. Kita tidak akan ikut pakta militer manapun," ujar Prabowo yang dikutip dari detikNews pada (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istilah pakta militer yang disebut Presiden Prabowo, sebenarnya sudah tidak asing lagi dalam hubungan internasional. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan pakta militer dan apa saja contohnya?
Apa Itu Pakta Militer?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata pakta artinya perjanjian internasional. Sementara kata militer berarti tentara, anggota tentara, dan ketentaraan. Secara umum, pakta militer merujuk pada aliansi militer yang dibentuk atas dasar pertahanan dan keamanan bersama antaranggotanya.
Dalam praktik hubungan internasional, istilah pakta tidak hanya digunakan dalam bidang keamanan, tapi juga kerap digunakan dalam bentuk pakta perdagangan, pakta senjata, atau pakta hak penangkapan ikan. Pakta bersifat saling mengikat satu sama lain yang ditetapkan melalui kesepakatan bersama.
Berdasarkan sejarah hubungan internasional, terdapat sejumlah pakta militer yang membentuk aliansi yang dikutip dari Britannica.com diantaranya;
- Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau disebut North Atlantic Treaty Organization (NATO).
- Pakta Pertahanan Keamanan Kolektif atau Collective Security Treaty Organization (CSTO).
- Pakta ANZUS (Australia, New Zealand, Amerika Serikat) Perjanjian Keamanan Pasifik.
- Pakta AUKUS (Australia, Inggris, Amerika Serikat) yang berfokus pada berbagai teknologi di kawasan Indo-Pasifik.
Itulah beberapa contoh dari pakta militer yang ada di dunia saat ini. Namun demikian, Indonesia tidak tergabung di dalamnya karena merupakan negara dengan politik bebas aktif dan non-blok.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan jika Indonesia akan berlaku baik terhadap semua pihak. Menurutnya ini dilakukan dengan tujuan untuk melindungi segenap rakyat Indonesia. Meski ia mengaku merasa hatinya terkadang bergejolak, Prabowo hanya bisa tersenyum dengan keputusan yang yang diambilnya.
"Kita tidak bisa emosional, kita tidak bisa terlalu idealis karena yang berlaku adalah dunia nyata, Saudara-saudara. Karena kita tidak mau perang. Kita harus siap untuk perang. Kita tidak niat mengancam siapa-siapa tapi selalu mereka ganggu kita. Kenapa Saudara-saudara? Karena Indonesia, Nusantara kita, semua pulau-pulau kita adalah kaya dengan sumber daya alam yang luar biasa," pungkasnya.
(sls/nah)











































