Apakah detikers pernah melihat karakter Nyonya Puff pada serial kartun Spongebob Squarepants? Ternyata Nyonya Puff termasuk jenis ikan berbahaya di dunia nyata. Jenis ikan apa?
Di dunia nyata, karakter Nyonya Puff adalah ikan buntal. Ikan tersebut melindungi diri dengan cara mengembungkan tubuhnya seperti balon berduri.
Meski terlihat lucu saat berubah menjadi balon, tapi ikan buntal menyimpan racun. Jika dikonsumsi oleh manusia, maka bisa berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lezat tapi Beracun
Mengutip Britannica, ikan buntal (Tetraodontidae) digolongkan ke dalam ikan paling berbahaya. Selain memiliki duri tajam, ikan buntal juga memiliki racun bernama tetraodontoxin.
Racun dari ikan buntal berpotensi menyebabkan kematian jika dikonsumsi manusia. Racunnya berasal dari bakteri dalam makanannya.
Meski begitu, di Jepang ikan buntal bisa diolah menjadi makanan bernama fugu. Namun, pengolahan harus dilakukan oleh juru masak yang sudah terlatih secara khusus.
Seberapa Fatal Jika Dikonsumsi Manusia?
Dilansir BBC News, apabila racun pada ikan buntal masuk ke tubuh manusia maka akan fatal akibatnya. Pertama-tama racun akan menyerang sel saraf sehingga menyebabkan, kelumpuhan, gangguan pernapasan, hingga kematian.
Gejala tersebut biasanya muncul sekitar 20 menit sampai 3 jam setelah mengkonsumsi olahan ikan buntal. Sayangnya, sampai saat ini belum ditemukan penawar racun yang dihasilkan oleh ikan buntal ini.
Selain ikan buntal, ada juga ikan lain yang menyebabkan halusinasi jika memakannya yaitu ikan kakap merah atau salema porgy (Sarpa salpa). Efeknya menyebabkan halusinasi audio maupun visual mirip efek LSD, fenomena ini disebut dengan ichthyoallyeinotoxism.
Uniknya fenomena ini hanya muncul setahun sekali, hal ini diduga bahwa racun berasal dari alga atau fitoplankton tertentu. Ikan tersebut hidup di kawasan Atlantik timur dan mediterania, dan kerap disebut dengan 'ikan mimpi,' karena efeknya memabukkan dan menghilangkan kesadaran.
Bahaya Ciguatoxin dari Ikan Terumbu Karang
Tak hanya ikan buntal, mayoritas ikan yang hidup di terumbu karang juga mengandung neurotoksin bernama ciguatoxin. Jenis racun ini berasal dari alga laut bernama dinoflagellata, yang merupakan sumber makanan ikan-ikan kecil.
Berdasarkan rantai makanan, ikan-ikan kecil itu nantinya akan dimakan oleh ikan-ikan besar. Ikan kecil dengan kandungan racun paling tinggi adalah ikan predator terumbu, seperti barakuda dan belut moray.
Sementara ikan kakap merah dan bass laut yang mengkonsumsi ikan kecil, juga ikut terkontaminasi. Pada manusia racun akan menyebar dalam waktu 30 menit setelah dikonsumsi, dan langsung menyerang pencernaan dan sistem saraf.
Menurut peneliti, perubahan iklim dikatakan berpengaruh pada lonjakan dinoflagellata di terumbu karang. Sampai-sampai menyebabkan terumbu karang mati dan meningkatkan risiko paparan racun lewat ikan-ikan kecil.
Baca juga: Hiu Vs Lumba-lumba, Menang Siapa? |
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(faz/faz)











































