Virus nipah kembali ramai dibahas usai dua kasus terdeteksi di Bengal Barat, India, pada Minggu (11/1). Penyebaran kasus ini membuat bandara di berbagai negara memperketat protokol kesehatan mereka, termasuk Indonesia.
Virus Nipah adalah viruszoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia, tetapi juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsungantarmanusia. Virus ini dibawa oleh kelelawar buah dan hewan seperti babi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasien terdampak akan merasakan demam dan peradangan otak. Tingkat kematian virus nipah cukup tinggi yaitu antara 40% dan 75%. Hingga saat ini, WHO menegaskan belum ada obat dari virus nipah.
"Saat ini belum ada pengobatan atau vaksin yang tersedia untuk virus nipah, namun beberapa kandidat produk sedang dalam pengembangan," tulis WHO dalam laman resminya dikutip Jumat (30/1/2026).
Meski virus ini ditemukan di India, sebenarnya kasus pertama virus nipah justru ditemukan di tetangga RI.
Sejarah Virus Nipah Pertama di Malaysia
Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998. Saat itu, terjadi wabah yang menimpa peternak babi di Malaysia. Kemudian pada 1999, wabah dilaporkan di Singapura setelah impor babi yang sakit dari Malaysia. Tidak ada wabah baru yang dilaporkan dari Malaysia atau Singapura sejak tahun 1999.
Pada 2001, wabah infeksi virus Nipah terdeteksi di India dan Bangladesh. Di Bangladesh, wabah telah dilaporkan hampir setiap tahun.
Penularan Virus Nipah
Kelelawar buah dari famili Pteropodidae dianggap sebagai inang alami virus nipah. Jenis kelelawar ini bisa ditemukan di berbagai bagian Asia dan Australia. Kendati demikian, infeksi virus nipah tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar itu sendiri.
Penularan virus ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi seperti kelelawar, babi, atau kuda, dan dengan mengonsumsi buah-buahan atau produk buah, seperti jus kurma mentah, yang terkontaminasi oleh kelelawar buah yang terinfeksi. Virus ini juga dapat menyebabkan penyakit parah pada hewan ternak seperti babi.
Virus nipah juga dapat menyebar antar manusia. Penularan ini ditemukan di lingkungan perawatan kesehatan dan di antara keluarga dan pengasuh orang sakit melalui kontak dekat.
Gejala Virus Nipah
Masa inkubasi virus nipah berkisar antara 3 hingga 14 hari. Dalam beberapa kasus langka, masa inkubasi hingga 45 hari.
Bagi sebagian orang, infeksi virus nipah mungkin tanpa gejala. Namun, sebagian besar orang mengalami demam, dan gejala yang melibatkan otak (seperti sakit kepala atau kebingungan), dan/atau paru-paru (seperti kesulitan bernapas atau batuk). Organ lain juga dapat terpengaruh. Gejala lain yang sering terjadi meliputi menggigil, kelelahan, mengantuk, pusing, muntah, dan diare.
Sebagian besar orang bisa pulih sepenuhnya dari virus nipah. Meski begitu, kondisi neurologis jangka panjang telah dilaporkan pada sekitar 1 dari 5 orang yang sembuh dari penyakit ini.
(nir/nah)











































