Manusia akan kembali menjelajahi Bulan untuk pertama kalinya setelah lebih dari setengah abad. Melalui misi Artemis II, Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) akan mengirim empat astronaut AS dan Kanada dalam perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan.
Para astronaut kali ini tidak akan mendarat di Bulan. Namun, mereka akan mengitar Bulan untuk menguji sistem penerbangan dan memastikan keamanan sebelum misi pendaratan berikutnya dilakukan.
Dilansir BBC, misi berawak ini dijadwalkan paling cepat diluncurkan pada 6 Februari 2026. Misi ini akan menjadi penerbangan pertama yang membawa manusia menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NASA menyebut Artemis II sebagai tahap penting menuju kembalinya manusia ke permukaan Bulan. Misi ini sekaligus menjadi fondasi untuk proyek eksplorasi luar angkasa jangka panjang, termasuk Mars.
Siapa Empat Astronaut yang Akan ke Bulan?
Dikutip dari laman resminya, NASA telah menetapkan empat astronaut pilihan yang akan menorehkan sejarah dalam misi Artemis II:
Reid Wiseman (Commander)
Astronaut asal AS ini akan memimpin misi, bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya operasi penerbangan. Berikut rekam jejak pendidikannya:
- Bachelor of Science, degree in Computer and Systems Engineering, Rensselaer Polytechnic Institute, 1997
- Master of Science degree in Systems Engineering, Johns Hopkins University, 2006
- Certificate of Space Systems, US Naval Postgraduate School, 2008.
Victor Glover (Pilot)
Astronaut dan pilot uji dari Angkatan Laut AS yang akan mengendalikan kapsul Orion. Ia tercatat merampungkan pendidikan tinggi pada program sarjana dan sejumlah program magister, yakni:
- Bachelor of Science in General Engineering, California Polytechnic State University, 1999
- Master of Science in Flight Test Engineering (USAF TPS), Air University, Edwards Air Force Base, 2007
- Master of Science in Systems Engineering (PDβ21), Naval Postgraduate School, 2009
- Master of Military Operational Art and Science, Air University, 2010.
Christina Koch (Mission Specialist)
Astronaut perempuan asal AS ini dikenal karena memecahkan rekor penerbangan luar angkasa tunggal terpanjang oleh wanita, yaitu 328 hari di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS).
Dengan beasiswa Astronaut Scholarship Foundation, ia menempuh beasiswa S1 dan S2. Pencapaiannya juga membuat ia dianugerahi gelar PhD kehormatan. Dikutip dari laman ASF, berikut riwayat pendidikannya:
- Bachelor of Science, degree in Electrical Engineering and Physics, North Carolina State University (NCSU), 2001
- Master of Science in Electrical Engineering, NCSU, 2002
- Honorary PhD, NCSU, 2020.
Jeremy Hansen (Mission Specialist)
Astronaut dari Canadian Space Agency (CSA) ini menjadi orang Kanada pertama yang ikut dalam misi menuju Bulan.
Dikutip dari laman Royal Military College (RMC) Kanada, ia menempuh pendidikan militer hingga pendidikan tinggi S2 bidang fisika, khususnya tentang pelacakan satelit bidang pandang luas. Berikut pendidikan yang ia tempuh sebelum ditugaskan pergi ke Bulan:
- Bachelor's degree in honours (BScHons) Space Science, RMC, 1999
- Master of Science (MSc) in Physics, RMC, 2000
Apa yang Dikerjakan Astronaut pada Misi ke Bulan?
Keempat astronaut akan mengorbit Bumi terlebih dahulu untuk menguji sistem kontrol dan navigasi Orion sebelum menuju titik terjauh melewati Bulan.
NASA menjelaskan, para kru akan memeriksa sistem pendukung kehidupan, propulsi, daya, dan komunikasi, termasuk uji manual penerbangan di orbit Bumi sebelum menuju lintasan Bulan.
Selama misi, keempat astronaut juga akan menjadi subjek penelitian medis, memantau efek radiasi dan kondisi tanpa gravitasi pada tubuh manusia.
Langkah Menuju Pendaratan di Bulan
Meski tidak akan mendarat, Artemis II menjadi kunci bagi Artemis III, misi yang akan membawa manusia kembali ke permukaan Bulan. Artemis III direncanakan paling cepat berlangsung pada 2027 atau 2028.
Pada misi selanjutnya, NASA menargetkan area kutub selatan Bulan. Wilayah ini diyakini menyimpan cadangan es dan sumber daya penting untuk kehidupan jangka panjang di luar Bumi.
Dalam keterangan resminya, NASA menyebut tujuan utama program Artemis adalah membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan. Salah satunya dengan mendirikan stasiun orbit kecil bernama Gateway sebagai pos antara sebelum misi menuju Mars.
(rhr/twu)











































