Roket Raksasa NASA Segera Bawa Astronaut ke Bulan Lagi!

ADVERTISEMENT

Roket Raksasa NASA Segera Bawa Astronaut ke Bulan Lagi!

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Selasa, 20 Jan 2026 18:00 WIB
Roket Raksasa NASA Segera Bawa Astronaut ke Bulan Lagi!
NASA bersiap mengirim manusia kembali ke Bulan. Roket raksasa sudah dipindahkan ke landasan, peluncuran dijadwalkan paling cepat 6 Februari 2026. Foto: Freepik/ninjason1
Jakarta -

Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, NASA bersiap mengirim manusia kembali ke Bulan. Badan antariksa Amerika Serikat itu telah memindahkan roket raksasa Space Launch System (SLS) ke landasan peluncuran di Cape Canaveral, Florida, menandai tahap akhir persiapan misi Artemis II.

Melansir BBC News dan NASA, roket setinggi 98 meter tersebut akan menjadi kendaraan utama bagi empat astronaut dalam perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan. Jika semua uji coba berjalan sesuai rencana, peluncuran dapat dilakukan paling cepat 6 Februari 2026, dengan jadwal cadangan pada Maret dan April.

Momen Bersejarah: Manusia Kembali ke Bulan

Dalam proses yang memakan waktu hampir 12 jam, roket SLS dipindahkan secara vertikal dari Vehicle Assembly Building ke Launch Pad 39B di Kennedy Space Center. Perjalanan sejauh 6,5 kilometer itu dilakukan dengan mesin pengangkut raksasa bernama crawler-transporter yang bergerak lambat (sekitar 1,3 km per jam), disiarkan langsung oleh NASA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Empat astronaut terlatih yang akan berangkat dalam misi ini, yaitu Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, menyaksikan langsung pemindahan roket tersebut di lokasi.

"Astronaut adalah orang paling tenang pada hari peluncuran. Dan saya rasa itu karena kami sudah sangat siap untuk menjalankan misi yang kami latih selama ini," ujar Christina Koch, satu-satunya astronaut perempuan dalam tim.

ADVERTISEMENT

Artemis II akan menjadi misi berawak pertama ke Bulan sejak Apollo 17 pada Desember 1972. Namun, berbeda dari pendahulunya, misi ini tidak akan mendarat di permukaan, melainkan mengorbit Bulan untuk menguji sistem utama sebelum pendaratan dilakukan oleh Artemis III.

Misi Uji Menuju Bulan: Tahap Penting Sebelum Pendaratan

Selama dua hari pertama, keempat astronot akan mengorbit Bumi sebelum menuju Bulan.

"Kami akan masuk ke orbit yang berjarak sekitar 40.000 mil dari Bumi, sekitar seperlima jarak ke Bulan. Kami akan melihat Bumi dari jendela sebagai satu bola penuh, sesuatu yang belum pernah kami lihat dari perspektif itu," jelas Koch kepada BBC News.

Setelah itu, mereka akan menempuh perjalanan sejauh 400.000 kilometer untuk mengelilingi sisi jauh Bulan. Dalam perjalanan, para astronaut akan melakukan berbagai kegiatan ilmiah, termasuk pengamatan geologi Bulan selama tiga jam untuk membantu persiapan pendaratan di wilayah kutub selatan pada misi berikutnya.

Astronaut asal Kanada, Jeremy Hansen, mengatakan ia berharap misi ini bisa menjadi inspirasi dunia.

"Bulan adalah sesuatu yang selalu saya lihat sepanjang hidup, tapi jarang saya perhatikan. Sekarang saya menatapnya lebih sering, dan saya pikir banyak orang akan mulai memerhatikannya juga ketika manusia terbang mengelilingi sisi jauh Bulan. Itu akan menjadi hal baik bagi umat manusia."

Keselamatan di Atas Segalanya: NASA Tidak Akan Ambil Risiko

Misi Artemis II melibatkan teknologi canggih, termasuk pesawat ruang angkasa Orion dengan European Service Module (ESM) yang dibuat oleh Airbus di Bremen, Jerman, sebagai kontribusi dari European Space Agency (ESA). Modul ini menyediakan tenaga, oksigen, air, dan sistem pendukung kehidupan selama penerbangan.

"Modul Layanan Eropa sangat penting, kami pada dasarnya tidak bisa sampai ke Bulan tanpa itu. Modul ini menyediakan daya dorong yang dibutuhkan Orion untuk mencapai Bulan," tegas Sian Cleaver, Insinyur Airbus.

"Kami harus memastikan para astronaut bisa berangkat dan kembali ke Bumi dengan selamat sepenuhnya. Semua sistem di dalamnya harus bekerja sempurna," tambah Cleaver.

NASA menegaskan, prioritas tertinggi adalah keselamatan awak.

"Saya hanya punya satu tugas, yaitu memastikan Reid, Victor, Christina, dan Jeremy kembali dengan selamat. Kami akan terbang ketika semuanya siap-keselamatan kru adalah prioritas nomor satu kami," ujar John Honeycutt, ketua tim manajemen misi Artemis.

Setelah serangkaian keterlambatan selama beberapa tahun, NASA berada di bawah tekanan untuk meluncurkan misi ini sesegera mungkin. Namun, lembaga itu menegaskan tidak akan ada kompromi terhadap keselamatan.

Apabila semua sistem diuji dan dinyatakan siap, roket SLS akan tetap berada di landasan peluncuran untuk menjalani wet dress rehearsal atau uji penuh pengisian bahan bakar dan hitungan mundur simulasi peluncuran.




(rhr/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads