Bulan suci Ramadan menjadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim seluruh dunia. Menyambut hadirnya Ramadan, murid sekolah diperkirakan akan menjalani libur awal puasa selama 1-2 hari.
Tahukah detikers bila pemerintah pernah menerapkan kebijakan libur selama 1 bulan saat bulan puasa bagi anak sekolah? Ya, momen tersebut pernah terjadi pada masa pemerintahan Presiden ke-4 RI, Abdurrahaman Wahid atau akrab dipanggil Gus Dur.
Sejarah Libur Puasa 1 Bulan
Dikutip dari laman resmi Museum Kepresidenan, Kamis (29/1/2026), Gus Dur terkenal sebagai tokoh yang toleran, moderat, dan memiliki pemahaman agama yang luas. Ketika resmi menjabat sebagai presiden pada 1999, ia mengeluarkan kebijakan libur Ramadan selama 1 bulan penuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya libur, ia juga mengimbau sekolah-sekolah untuk membuat kegiatan pesantren kilat pada 1999. Keputusan libur ini hadir agar murid lebih fokus dalam belajar agama.
Kegiatan pesantren kilat kini akhirnya kerap dihadirkan saat bulan Ramadan di sekolah, terutama sekolah umum atau bukan yang khusus sekolah agama Islam. Ketika pesantren kilat berlangsung, murid diajak memperdalam iman, takwa, dan akhlak.
Berbagai kegiatan disiapkan, dari shalat berjamaah, kajian, tadarus bersama, hafalan surah pendek, ceramah keagamaan, dan biasanya diakhiri dengan buka puasa bersama. Kebijakan libur 1 bulan penuh saat Ramadan menjadi momentum yang penuh sejarah.
Momen ini juga dikenang oleh banyak masyarakat. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Presiden Abdurrahman Wahid terhadap umat muslim.
Sejarah Libur Saat Puasa di Indonesia
Tidak hanya di era Gus Dur, kebijakan libur puasa ternyata lebih panjang dari itu. Masih melansir dari sumber yang sama dan arsip detikEdu, begini sejarahnya:
1. Era Kolonial Belanda
Pemerintah kolonial Hindia Belanda pernah menerapkan kebijakan libur puasa pada sekolah binaan mereka dari tingkat dasar atau Hollandsch Inlandsche School (HIS) dan sekolah tingkat menengah atau Hoogere Burgerschool (HBS)/Algemeene Middelbare School (AMS).
2. Presiden Soekarno
Berlanjut pascakemerdekaan, Presiden Soekarno memerintahkan untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan resmi dan nonresmi saat Ramadan. Hal ini dilakukan agar umat muslim menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.
3. Presiden Soeharto
Pada era Presiden Soeharto, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatur batasan hari libur puasa menjadi beberapa hari. Kebijakan ini dikritik oleh sejumlah pihak, seperti Majelis Ulama Indonesia.
Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Daoed Joesoef, menilai libur secara penuh saat Ramadan merupakan kebijakan pembodohan yang berawal dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Akhirnya, dikeluarkan Surat Keputusan P dan K No 0211/U/1978 yang mengimbau masyarakat tetap mengisi kegiatan pada waktu libur puasa.
4. Presiden Megawati Soekarnoputri
Kebijakan libur 1 bulan kemudian dihadirkan lewat pemerintahan Gus Dur. Namun, kebijakan ini tak berlangsung lama.
Usai Presiden Megawati Soekarnoputri terpilih, ia mengambalikan kebijakan aturan libur sekolah sebagaimana aturan Daoed Joesoef, yaitu libur pada awal dan akhir Ramadan. Aturan ini kemudian dilanjutkan oleh pemerintahan presiden selanjutnya hingga saat ini.
Demikianlah sejarah libur Ramadan, yang mana pernah libur 1 bulan saat pemerintahan Presiden Gus Dur. Semoga bermanfaat, detikers!
(det/twu)











































