Studi Ungkap Melamun Bisa Bikin Otak Belajar Lebih Cepat

Studi Ungkap Melamun Bisa Bikin Otak Belajar Lebih Cepat

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Sabtu, 24 Jan 2026 10:00 WIB
Studi Ungkap Melamun Bisa Bikin Otak Belajar Lebih Cepat
Ilustrasi melamun. Foto: Getty Images/recep-bg
Jakarta -

Meliburkan pikiran ternyata tak selalu buruk bagi otak. Menurut riset terbaru dari Howard Hughes Medical Institute (HHMI) Janelia Research Campus, otak justru tetap aktif belajar meski kita sedang tidak fokus. Aktivitas seperti melamun atau berjalan tanpa tujuan ternyata membantu membangun peta mental yang membuat proses belajar jadi lebih cepat ketika tugas baru muncul.

Dalam studi yang dipimpin oleh Dr Marius Pachitariu dan Dr Lin Zhong, para ilmuwan merekam aktivitas puluhan ribu neuron secara bersamaan untuk melihat bagaimana otak memproses informasi saat tidak sedang bekerja.

Otak Tetap Bekerja Saat Kita Tak Fokus

Selama ini, melamun sering dianggap buang-buang waktu. Akan tetapi, penelitian ini menunjukkan bahwa otak justru terus belajar, bahkan ketika tidak ada tugas atau tujuan khusus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

EurekAlert melansir, peneliti menemukan saat hewan (dalam hal ini tikus) menjelajahi lingkungan virtual tanpa arahan, area visual otak tetap aktif membangun peta internal tentang dunia di sekitarnya. Peta ini kemudian membantu proses belajar menjadi lebih cepat ketika tugas atau target tertentu diperkenalkan.

"Bahkan ketika kamu sedang melamun atau sekadar berjalan tanpa tujuan, otakmu sebenarnya sedang bekerja keras," ujar Pachitariu, peneliti utama di Janelia.

ADVERTISEMENT

"Otak membantu kamu mengingat tempat, menata dunia di sekelilingmu, supaya ketika waktunya tiba untuk fokus, kamu sudah siap melakukan yang terbaik," tambahnya.

Belajar Tanpa Guru: Otak Bisa Melatih Diri Sendiri

Dalam eksperimen, Dr Zhong dan tim menggunakan koridor virtual dengan berbagai tekstur visual yang sebagian dikaitkan dengan hadiah dan sebagian tidak.

Setelah tikus mempelajari pola ini, para peneliti melakukan perubahan kecil (mengganti tekstur atau mengubah kehadiran hadiah) dan merekam respons otak menggunakan alat baru bernama Rastermap, yang memetakan aktivitas hingga 90.000 neuron sekaligus.

Hasilnya, otak tetap menunjukkan perubahan plastisitas (perubahan koneksi saraf yang menandakan proses belajar) meskipun hewan tidak dilatih melakukan tugas tertentu. Dengan kata lain, otak belajar hanya dengan menjelajah.

"Artinya, kamu tidak selalu butuh guru untuk bisa belajar. Kamu tetap bisa mempelajari lingkunganmu secara tidak sadar, dan pembelajaran jenis ini bisa mempersiapkan kamu menghadapi masa depan," ujarnya.

Tim juga menemukan bahwa tikus yang lebih dulu dibiarkan menjelajah lingkungan selama beberapa minggu belajar mengaitkan pola visual dengan hadiah jauh lebih cepat dibandingkan tikus yang hanya dilatih untuk tugas spesifik.

Menurut Pachitariu, temuan ini membuka babak baru dalam riset tentang cara otak belajar. Ia menilai, hasil ini bisa mengubah pemahaman ilmuwan tentang bagaimana manusia menyerap informasi tanpa sadar.

"Ini membuka pintu untuk mempelajari algoritma pembelajaran tanpa pengawasan di otak. Jika memang ini cara utama otak belajar, maka kita harus mulai meneliti mekanisme ini secara lebih dalam," ujarnya.

Hasil studi dalam tulisan ini telah dipublikasikan pada jurnal Nature dengan judul "Unsupervised pretraining in biological neural networks", 18 Juni 2025.




(rhr/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads