Bulan di Jupiter Punya Laut, Ada Kehidupan di Dalamnya?

ADVERTISEMENT

Bulan di Jupiter Punya Laut, Ada Kehidupan di Dalamnya?

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Rabu, 21 Jan 2026 07:30 WIB
Bulan di Jupiter Punya Laut, Ada Kehidupan di Dalamnya?
Bulan Jupiter, Europa. Foto: NASA
Jakarta -

Harapan menemukan kehidupan di bawah lapisan es Europa, salah satu dari hampir 100 bulan milik Jupiter, tampaknya semakin tipis. Studi baru yang dipimpin ilmuwan planet dari Washington University in St. Louis menyimpulkan bahwa lautan bawah permukaan Europa kemungkinan besar tidak memiliki aktivitas geologi yang cukup untuk menopang kehidupan.

Melansir Nature Communications, tim peneliti yang dipimpin Dr. Paul Byrne, Associate Professor bidang ilmu kebumian dan planet, menggunakan model fisika untuk menganalisis ukuran, struktur inti batuan, serta gaya gravitasi Jupiter. Hasilnya menunjukkan, dasar laut Europa mungkin sangat tenang, tanpa retakan, tanpa gunung api, dan tanpa ventilasi panas bawah laut.

"Jika kita bisa mengirim kapal selam kendali jarak jauh ke bawah sana, kita tidak akan melihat apa pun yang bergerak. Secara geologi, tak banyak yang terjadi. Segalanya akan sunyi," ujar Byrne, dikutip dari laman kampus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seberapa Dalam Laut Europa?

Europa memiliki lapisan es setebal 15-25 kilometer, dengan lautan asin yang menutupi seluruh permukaannya hingga kedalaman mencapai 100 kilometer. Walau ukuran total bulan ini sedikit lebih kecil dari Bulan Bumi, Europa diyakini menyimpan lebih banyak air daripada seluruh lautan di Bumi.

ADVERTISEMENT

Di bawah lautan itu terdapat inti berbatu yang serupa dengan struktur Bumi. Namun, studi Byrne menunjukkan panas di inti tersebut telah hilang miliaran tahun lalu.

Selain kehilangan panas internal, tarikan gravitasi Jupiter yang seharusnya bisa memicu aktivitas geologi ternyata tak cukup kuat di Europa. Untuk pembanding, bulan terdalam Jupiter, Io, memiliki orbit yang tidak stabil sehingga gaya pasang-surutnya ekstrem dan membuat Io menjadi badan paling vulkanik di Tata Surya.

Berbeda dengan Io, orbit Europa lebih stabil dan jauh dari Jupiter sehingga pasang-surut yang dihasilkan tidak cukup untuk menghangatkan lapisan bawah lautnya.

"Tidak ada tanda-tanda aktivitas gunung api atau semburan uap panas seperti yang kita lihat di Io. Energi yang tersisa tidak cukup untuk mendorong aktivitas geologi di dasar laut," jelas Byrne.

Harapan Baru dari Misi Europa Clipper 2031

Meskipun kesimpulannya terdengar pesimistis, penelitian ini tidak mengakhiri rasa ingin tahu ilmuwan tentang bulan es Jupiter tersebut. Byrne mengatakan, misi NASA Europa Clipper yang dijadwalkan terbang melewati Europa pada musim semi 2031 bisa menjadi tonggak penting dalam memahami kondisi bawah permukaan bulan itu.

Misi ini akan mengambil citra permukaan resolusi tinggi dan mengukur ketebalan es serta karakteristik lautan dengan lebih presisi.

"Pengukuran itu akan menjawab banyak pertanyaan dan memberi kita kepastian yang lebih baik," kata Byrne.

Ia menambahkan, meskipun Europa mungkin tak memiliki kehidupan, eksplorasi yang ia lakukan ini tetap berharga untuk penelitian ke depannya.

"Saya tidak kecewa jika kita tidak menemukan kehidupan di bulan ini. Saya yakin kehidupan ada di luar sana, meskipun mungkin 100 tahun cahaya jauhnya. Itulah alasan kita menjelajah, untuk melihat apa yang ada di luar sana."

Hasil studi dalam tulisan ini telah dipublikasi dalam jurnal Nature Communications dengan judul "Little to no active faulting likely at Europa's seafloor today", 6 Januari 2025.




(rhr/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads