Sebuah penelitian terbaru dari University of Manchester menunjukkan, kesejahteraan guru berhubungan langsung dengan kesejahteraan dan pembelajaran siswa. Sekolah yang menempatkan kesehatan mental dan kebahagiaan di jantung budaya pendidikannya terbukti memiliki lingkungan belajar lebih positif dan produktif.
Melansir laman Phys.org, riset ini dilakukan oleh Dr. Alexandra Hennessey dan Dr. Sarah MacQuarrie dari Manchester Institute of Education. Studi tersebut meneliti sepuluh sekolah di Inggris, Skotlandia, dan Wales yang menerapkan kerangka kerja Well Schools, sebuah inisiatif nasional yang menempatkan kesejahteraan guru dan murid sebagai prioritas utama pendidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekolah dengan Guru Bahagia Lebih Produktif dan Positif
Temuan ini menunjukkan, ketika sekolah berfokus pada kesehatan, kebahagiaan, dan rasa saling terhubung antara guru dan siswa, suasana belajar di kelas menjadi jauh lebih baik.
Salah satu guru peserta penelitian mengatakan, para pendidik merasa bahagia dan santai, serta pelajaran yang mereka ajarkan juga lebih berkualitas. Hal itu bisa dirasakan energinya di seluruh sekolah dengan suasana yang benar-benar berbeda.
Sekolah yang ikut dalam penelitian ini beragam, mulai dari sekolah dasar kecil, sekolah menengah besar, dan sekolah kebutuhan khusus. Meski berbeda latar, semuanya memiliki komitmen yang sama untuk menumbuhkan budaya kesejahteraan di sekolah.
Dampaknya terlihat pada peningkatan kehadiran siswa, konsentrasi belajar siswa yang meningkat, dan semangat mengajar guru yang bertambah.
"Anak-anak belajar dengan baik ketika mereka merasa aman, sehat, dan didukung, dan hal yang sama berlaku bagi guru. Pendekatan Well Schools menunjukkan bahwa kesejahteraan bukanlah hal tambahan, melainkan dasar dari pendidikan yang baik," ujar Dr Hennessey.
Kunci Sukses: Kolaborasi dan Kepemimpinan yang Peduli Guru
Penelitian ini juga menunjukkan, program kesejahteraan sekolah paling efektif ketika dipimpin oleh pimpinan sekolah, serta dirancang secara kolaboratif bersama guru dan siswa.
Beberapa sekolah menggunakan cara sederhana seperti keep, tweak, or ditch. Cara ini pada dasarnya meninjau kegiatan apa yang perlu dipertahankan, disesuaikan, atau dihapus untuk mengurangi beban kerja guru.
Selain itu, adanya duta kesejahteraan siswa dan lokakarya bersama orang tua membantu memperluas dampak positifnya di luar kelas. Hal ini rupanya dapat meningkatkan kesejahteraan di sekolah.
"Penelitian ini menyoroti kekuatan sekolah sebagai komunitas, bukan sekadar lembaga yang memberikan pelajaran, tetapi tempat yang menumbuhkan manusia," ujar Dr Sarah MacQuarrie.
Hasil studi dalam tulisan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Education dengan judul "Advocating for a holistic culture of school wellbeing-an evaluation of the Well Schools whole school approach to pupil and teacher wellbeing", 31 Oktober 2025.
