Keterlibatan orang tua tentu memengaruhi prestasi akademik anak. Hal ini bahkan telah dibuktikan di berbagai penelitian.
Namun ternyata, keterlibatan orang tua juga secara spesifik berpengaruh terhadap performa matematika anak di sekolah. Kok bisa?
Sebuah penelitian dari Xueshen Wang dan Yun Wei menegaskan hal ini. Penelitian mereka diterbitkan pada Desember 2024 lalu dalam jurnal Frontiers in Psychology dengan judul "The influence of parental involvement on students' math performance: a meta-analysis".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga Pengaruhi Prestasi Matematika Anak
Hasil penelitian ini menekankan, keterlibatan orang tua memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap prestasi matematika siswa. Analisis didapat dari sisi partisipan, jenis keterlibatan, tingkat kelas, wilayah geografis, dan konten evaluasi.
Dalam penelitian ini disebutkan, berdasarkan studi Henderson dan Mapp (2002), ketika sekolah, keluarga, dan komunitas bersama-sama mendukung pembelajaran, anak-anak cenderung lebih menikmati pembelajaran dan berprestasi lebih baik.
Sementara, menurut Gonzalez-DeHass dkk (2005), saat orang tua terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka, siswa yang bersangkutan akan merasa orang tuanya memberi rasa aman dan keterkaitan dalam pembelajaran. Hal ini membantu meningkatkan motivasi belajar mereka.
Keterlibatan orang tua amat penting untuk membantu remaja mengembangkan kepercayaan diri mereka, menurut Schunk dan Miller (2002). Dalam penelitian Margolis dan McCabe (2004) serta Schunk dan Zimmerman (2006), siswa dengan kepercayaan diri rendah menghindari matematika yang mereka anggap sulit. Sedangkan siswa dengan kepercayaan diri tinggi bisa tekun dalam pembelajaran matematika dan merasa puas. Ini akan akan mendorong mereka untuk berprestasi lebih baik dalam matematika.
Sementara, dalam analisis penelitian ini ditunjukkan keterlibatan bersama ayah dan ibu memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap prestasi matematika siswa daripada keterlibatan ayah saja. Namun, keterlibatan ibu saja ditemukan memiliki pengaruh negatif. Bukti ini ditegaskan juga oleh Krauss dkk (2020), bahwa seperti yang diketahui secara luas, lingkungan keluarga yang baik tidak dapat dipisahkan dari kerja sama timbal balik antara ayah dan ibu.
(nah/twu)











































