Benua Ini Bergeser Paling Cepat di Bumi, Dekat Indonesia Lho!

ADVERTISEMENT

Benua Ini Bergeser Paling Cepat di Bumi, Dekat Indonesia Lho!

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Sabtu, 10 Jan 2026 13:00 WIB
Benua Ini Bergeser Paling Cepat di Bumi, Dekat Indonesia Lho!
Foto: Benua Australia. (Tangkapan layar Google Maps)
Jakarta -

Lempeng-lempeng benua senantiasa bergerak dan kecepatan geraknya berbeda-beda. Tahukah kamu benua mana yang pergerakannya paling cepat di Bumi?

Petunjuknya, benua ini dekat Indonesia! Benua apa itu?

Bila jawabanmu adalah Benua Australia, tepat sekali! Australia tengah bergerak semakin ke timur laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 200 juta tahun lalu, Benua Australia belum terpisah sendiri seperti sekarang. Benua ini masih melekat dengan superbenua Gondwana, yang menguasai hampir seluruh belahan bumi bagian selatan. Ketika kondisinya masih seperti itu, lempeng Afrika; Antartika; Indo-Australia; dan Amerika Selatan masih menjadi satu.

Sementara, pada masa yang sama, Eropa, Asia, dan Amerika Utara tergabung dalam Laurasia di belahan bumi utara.

ADVERTISEMENT

Penting untuk diingat, benua-benua di Bumi selalu bergerak, tetapi sangat lambat. Kita tidak merasakannya dalam kehidupan sehari-hari saat menjelajahi Bumi.

Lempeng tektonik terus bergerak. Beberapa bertabrakan satu sama lain, yang lain bergeser menjauh.

Australia berada di atas lempeng tektonik yang bergerak sekitar 7 cm setiap tahun, seperti dikutip dari IFL Science. Kecepatan ini kira-kira mirip seperti kecepatan tumbuhnya rambut dan kuku kita.

Sebagai perbandingan, bagian daratan bumi bergerak dengan kecepatan sekitar 1,5 cm dalam satu tahun, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Pergerakan Benua Bisa Pengaruhi Teknologi

Meski dikatakan pergerakannya lambat, tetap saja hal ini memengaruhi teknologi manusia. Alat-alat geolokasi seperti Global Positioning System (GPS) milik Amerika Serikat, GLONASS milik Rusia, Galileo milik Uni Eropa, dan BeiDou milik China menggunakan satelit untuk menentukan titik referensi yang diketahui.

Namun,satelit-satelit tersebut beroperasi berdasarkan koordinat sistem yang sudah pasti. Sedangkan daratan itu sendiri bergerak lambat. Seiring waktu, pergerakan daratan di Bumi menyebabkan ketidaksesuaian antara prediksi peta dan di mana lokasi suatu titik itu sendiri.

Sampai 2017, Australia menggunakan koordinat yang sudah ada sejak 1994. Namun, selama 23 tahun koordinat ini jadi tidak sinkron gegara lempeng tektonik sebesar 1,6 meter dan membuat mereka memperbarui sistem koordinat. Akhirnya, Australia dapat dikatakan bergerak 1,8 meter ke arah timur laut.




(nah/nah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads