Maluku Punya Kawasan Konservasi Baru, Masuk Jalur Migrasi Hiu Paus

ADVERTISEMENT

Maluku Punya Kawasan Konservasi Baru, Masuk Jalur Migrasi Hiu Paus

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 09 Jan 2026 14:30 WIB
Maluku Punya Kawasan Konservasi Baru, Masuk Jalur Migrasi Hiu Paus
Aerial Desa Lirang, Kawasan Konservasi Taman Perairan Wetar Bagian Barat, Provinsi Maluku. Foto: Konservasi Indonesia Prastiano Septiawan
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menetapkan perairan Wetar barat di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku sebagai kawasan konservasi laut. Kawasan konservasi ini memiliki luas 325.238,02 hektare yang diberi nama Taman Perairan Wetar Bagian Barat.

Perairan Wetar Bagian Barat ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 89 Tahun 2025 tertanggal 31 Desember 2025. Wilayahnya yang luas mencakup dua unit pengelolaan, yakni perairan Wetar Barat dan perairan di sebelah selatan Pulau Wetar Maluku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kawasan Konservasi Penting

Direktur Konservasi Ekosistem Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Firdaus Agung menyatakan wilayah ini punya keanekaragaman hayati yang tinggi. Pemerintah ingin melindungi ekosistem laut, habitat kunci, jalur migrasi megafuana, dan menopang keberlanjutan perikanan rakyat, serta mata pencaharian masyarakat pesisir.

"Taman di Perairan Wetar Bagian Barat terdiri atas zona inti seluas 2.726,42 hektare, zona pemanfaatan terbatas seluas 322.408,07 hektare, serta zona pemanfaatan lainnya seluas 103,53 hektare. Penataan zonasi ini menjadi dasar pengelolaan kawasan konservasi yang terukur dan berbasis perlindungan ekosistem," urai Firdaus dikutip dari rilis Konservasi Indonesia yang diterima detikEdu, Jumat (9/1/2026).

ADVERTISEMENT

Jalur Migrasi Hiu Paus hingga Paus Lainnya

Untuk menetapkan suatu lokasi menjadi kawasan konservasi, diperlukan waktu yang panjang. Proses menghadirkan Taman Perairan Wetar Bagian Barat ini dilakukan sejak 2022.

Prosesnya dipimpin oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku yang didampingin oleh Konservasi Indonesia (KI). Selama pendampingan ini berbagai langkah dilakukan, termasuk Penilaian Cepat Kelautan (Marine Rapid Assessment).

Selain itu, tim juga menyusun zonasi dan rencana pengelolaan, serta konsultasi dengan pemangku kepentingan di tingkat desa, kabupaten, hingga provinsi. Marine Ecology Manager KI, Jimy Kalther membeberkan lokasi ini merupakan jalur migrasi megafauna laut.

Megaufana yang dimaksud, seperti hiu paus, paus sperma, dan paus biru kerdil Melihat hal ini, Jummy menilai pengelolaannya tidak bisa dilakukan sembarangan.

"Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai habitat lokal, tetapi juga bagian dari jalur pergerakan megafauna laut. Karena itu, pengelolaannya perlu berbasis sains agar fungsi ekologisnya dapat terlindungi secara menyeluruh," ungkap Jimmy.

Berdasarkan hasil Marine Rapid Assessment, ada dua lokasi penting pemijahan/pengembangbiakan ikan di wilayah tersebut. Pertama di Desa Ustutun, Pulau Lirang yang jadi area pemijahan ikan imperator (Monotaxis grandoculis).

Kedua, Desa Telemar yang menjadi lokasi pengembangbiakan salah satu jenis ikan kakap (Macolor macularis). Kawasan itu juga memiliki atol (formasi terumbu karang berbentuk cincin) dengan kondisi tutupan terumbu karang yang sangat baik.

Keadaan ini memperkuat nilai ekologis kawasan tersebut. Dengan kata lain, wilayah itu adalah habitat penting berbagai spesies ikan karang sekaligus penyangga kesehatan ekosistem laut.

Masyarakat Maluku Bergantung pada Sumber Daya Laut

Penetapkan wilayah konservasi ini tentu menjadi kabar bahagia bagi masyarakat Maluku terutama warga pesisir. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Erawan Asikin menyebut ini adalah langkah strategis, bagi provinsi kepulauan yang bergantung pada sumber daya laut.

Pengelolaan kawasan ini nantinya akan mengintegrasikan kearifan lokal dan memperkuat peran masyarakat. Masyarakat akan semakin diajak untuk menjaga sumber daya laut yang mereka manfaatkan secara langsung.

"Dengan pengelolaan yang kolaboratif, kawasan konservasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut yang menjadi tumpuan perikanan rakyat," tandas Erawan.




(det/twu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads