Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB pada Kamis (8/1/2026) resmi menunjuk Sidharto Reza Suryodipuro, perwakilan tetap Indonesia untuk kantor PBB di Jenewa. Sidhartok, yang disapa Arto, menempati masa jabatan selama satu tahun hingga 31 Desember 2026.
Arto dinominasikan oleh negara-negara anggota Asia-Pacific Group (APG). Ia memimpin Dewan selama periode ke-20 ini, dua dekade sejak Dewan HAM didirikan pada 2006.
"Saat kita memperingati ulang tahun ke-20 Dewan HAM, saya telah merenungkan sejarahnya sebagai panduan penting untuk menentukan arah kita ke depan," kata Arto, dikutip dari United Nations of Human Rights, Jumat (9/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak pembentukan Dewan, meskipun ada perbedaan pandangan, negara-negara anggota mengesampingkan perbedaan tersebut sebagai pengakuan atas janji Dewan HAM dalam mempromosikan penghormatan universal terhadap perlindungan seluruh hak asasi manusia," lanjutnya.
Apa Makna Kepresidenan Dewan HAM PBB?
Kepresidenan HAM PBB didasarkan pada Resolusi 16/21 dan praktik yang telah ditetapkan. Kepresidenannya Dewan HAM dipilih negara-negara anggota HRC lainnya pada pertemuan organisasi pada Desember tahun sebelumnya.
Tugas Presiden Dewan HAM PBB meliputi tugas-tugas tradisional (kegiatan organisasi dan prosedural, tugas-tugas representatif) dan kegiatan ad-hoc.
Apa Tugas-tugas Dewan HAM PBB?
Presiden Dewan HAM PBB bertindak secara imparsial untuk memastikan Dewan tersebut berfungsi sesuai prinsip-prinsip PBB. Berikut ini peran-peran yang akan dijalankan Presiden Dewan HAM PBB, dikutip dari Czech Foreign Ministry:
1. Aktivitas Organisasi
- Memimpin tiga sesi reguler, tiga sesi Tinjauan Berkala Universal, dan sesi khusus (bila diselenggarakan)
- Memimpin Biro, badan koordinasi Dewan HAM PBB
- Menunjuk berbagai pemegang mandat dari resolusi Dewan HAM PBB
- Mengelola upaya untuk meningkatkan fungsi harian Dewan HAM PBB (misalnya, penggunaan alat digital yang lebih baik, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas)
2. Tugas Representatif
- Mewakili Dewan HAM PBB kepada publik, media, dan sistem PBB
- Perjalanan bisnis ke New York (termasuk pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB atau mempresentasikan laporan tahunan Dewan HAM PBB kepada Majelis Umum PBB)
- Perjalanan bisnis lainnya atas undangan
- Pertemuan rutin dengan kelompok regional dan politik (khususnya lima kelompok regional, Uni Eropa, Organization of Islamic Cooperation, dan sebagainya.
- Pertemuan rutin dengan perwakilan Prosedur Khusus PBB dan mekanisme Dewan HAM PBB lainnya
3. Aktivitas Ad-hoc
- Pertemuan informal
- Memutuskan sengketa prosedural.
Dewan HAM PBB turut memilih perwakilan tetap Ekuador di kantor PBB di Jenewa, Marcelo VΓ zquez BermΓΊdez untuk menjabat sebagai wakil presiden dalam Biro beranggotakan empat orang yang mendukung Presiden Dewan HAM. Ia dinominasikan oleh negara-negara Amerika Latin dan Karibia.
(nah/twu)











































