Isi Bensin Siang atau Malam Hari, Mana yang Lebih Baik? Dosen IPB Bilang Begini

ADVERTISEMENT

Isi Bensin Siang atau Malam Hari, Mana yang Lebih Baik? Dosen IPB Bilang Begini

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 08 Jan 2026 12:30 WIB
Isi Bensin Siang atau Malam Hari, Mana yang Lebih Baik? Dosen IPB Bilang Begini
Kapan sebaiknya mengisi bensin, malam hari atau pagi hari? Dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University jelaskan jawabannya dari kacamata sains. Foto: prostooleh/Freepik
Jakarta -

Ada anggapan di tengah kalangan pengguna kendaraan bermotor, isi bensin siang hari berbeda dengan malam hari. Mengisi bensin siang hari dipandang membuat isian BBM lebih sedikit daripada jika mengisinya pada malam hari.

Sebenarnya, mana yang lebih baik, isi bensin siang hari atau malam hari?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons soal kapan sebaiknya mengisi bensin, Dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, Dr Leopold Oscar Nelwan, mengatakan waktu pengisian bensin sebenarnya tidak berdampak signifikan, kendati perbedaan pengisian bensin siang hari dan malam hari memang ada.

Ia menuturkan, secara fisika, kandungan energi per liter dapat sedikit berubah akibat suhu. Namun, perbedaan tersebut kecil dan bersifat alami.

ADVERTISEMENT

"Perbedaan tersebut memang ada. Hanya saja sangat kecil dan tidak signifikan dalam praktik penggunaan kendaraan sehari-hari," kata Leopold dalam laman IPB University, dikutip Kamis (8/1/2025).

Ada Pemuaian Bensin

Dr Leopold menjelaskan, sistem penjualan BBM saat ini berbasis volume (liter), bukan massa. Karena itu, secara teoritis, suhu memang dapat memengaruhi volume yang diterima konsumen.

Dalam kajian fisika, BBM seperti bensin dan solar akan memuai saat suhu meningkat. Akibatnya, volume BBM sedikit bertambah, sementara massa dan kandungan energi totalnya tetap.

"Secara fisika, ini adalah sifat alami fluida. Ketika suhu naik, volumenya bertambah, tetapi jumlah energinya tidak berubah," ucapnya.

Besarnya pemuaian dapat diperkirakan melalui koefisien muai volumetrik. Untuk bensin, sambung Leopold, koefisiennya berada pada kisaran 0,00095-0,0011 per derajat Celsius, sedangkan solar sekitar 0,0007-0,0009 per derajat Celsius.

Ia menambahkan, sementara itu, volume BBM pada hulu rantai pasok umumnya sudah dikoreksi ke suhu standar 15°C. Kendati demikian, pada hilir rantai pasok atau saat disalurkan ke konsumen, koreksi tersebut belum menjadi kewajiban.

Akibatnya, pada volume yang sama, konsumen dapat menerima bensin yang berbeda massa dan kandungan energinya jika suhu BBM berbeda.

Beda Tambahan Beberapa Km, Tapi...

Leopold menggarisbawahi, tangki BBM dirancang dengan insulasi tertentu. Karena itu, efek suhu lingkungan dinilai tidak terlalu besar. Akibatnya, perbedaan suhu BBM pada siang dan malam hari juga tidak terlalu besar.

Ia mencontohkan, seorang pengendara mengisi bensin pada siang hari sebanyak 40 liter, dengan suhu BBM sekitar 2-3°C lebih tinggi daripada malam hari, serta koefisien muai bensin sekitar 0,001 per derajat Celsius. Maka, perbedaan volume yang berkaitan dengan suhu diperkirakan hanya kurang dari 0,1 liter per 40 liter.

Jika dipakai berkendara, perbedaan tersebut setara dengan beberapa km jarak tempuh. Ia menggarisbawahi, jarak tempuh ini juga sangat dipengaruhi faktor lain, seperti gaya mengemudi, kondisi lalu lintas, tekanan ban, serta kondisi kendaraan.

"Untuk solar, selisihnya (perbedaan volume karena suhu) bahkan lebih kecil lagi," ucapnya.

Pertimbangan Isi Bensin Malam Hari

Leopold menyarankan agar warga tidak mengatur waktu khusus untuk mengisi BBM. Ia berpendapat, warga sebaiknya lebih mempertimbangkan faktor kenyamanan, keselamatan, dan kebutuhan perjalanan daripada memilih waktu isi bensin siang atau malam.

"Kalau sengaja keluar malam hari hanya untuk mengisi bensin dengan jarak beberapa kilometer, bisa jadi justru BBM yang terpakai lebih banyak," tuturnya.

Ia juga menekankan agar warga lebih fokus pada kualitas layanan di SPBU, jumlah liter sesuai kebutuhan, dan menjaga kondisi kendaraan agar efisiensi BBM terasa.



(twu/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads