Studi: Seminggu Tanpa Medsos, Kesehatan Mental Langsung Membaik

Studi: Seminggu Tanpa Medsos, Kesehatan Mental Langsung Membaik

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Minggu, 04 Jan 2026 06:00 WIB
Studi: Seminggu Tanpa Medsos, Kesehatan Mental Langsung Membaik
Penelitian menunjukkan detoks media sosial selama seminggu bermanfaat bagi kesehatan mental secara signifikan. Begini studinya. Foto: Freepik
Jakarta -

Pernah merasa lelah dengan media sosial dan ingin istirahat sejenak? Ternyata, itu pemikiran yang tepat.

Penelitian dari Harvard Medical School mengungkapkan, berhenti memakai media sosial selama satu minggu bisa memperbaiki kondisi mental secara signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil riset ini menunjukkan, peserta yang menjalani 'detoks media sosial' mengalami penurunan kecemasan sebesar 16,1%, depresi 24,8%, dan insomnia 14,5%.

Efek Positif Seminggu Tanpa Media Sosial

Penelitian ini dilakukan terhadap 373 anak muda usia 18-24 tahun di AS yang memiliki smartphone dan mahir berbahasa Inggris. Mereka menjalani eksperimen yang terdiri dari dua minggu wajib dan satu minggu tidak wajib antara Maret 2024 dan Maret 2025.

ADVERTISEMENT

Dua minggu pertama, mereka menggunakan media sosial seperti biasa. Pada satu minggu opsional, para peserta diminta untuk benar-benar berhenti dari semua platform media sosial, yakni Facebook, Instagram, Snapchat, TikTok, dan X.

Hasilnya cukup mencolok. Menurut John Torous, dosen di Harvard Medical School sekaligus direktur Divisi Psikiatri Digital di Beth Israel Deaconess Medical Center, jeda sejenak dari media sosial ternyata memberi efek positif bagi pikiran dan perasaan.

"Selama dua minggu pertama, rata-rata orang menggunakan media sosial sekitar dua jam per hari. Saat detoks, waktunya turun dari 1,9 jam per minggu menjadi 30 menit, yang merupakan penurunan cukup besar," ujar John, dilansir dari laman The Harvard Gazette.

Tak hanya itu, banyak peserta juga mengaku merasa lebih tenang, tidur lebih nyenyak, dan lebih aktif dalam kegiatan nyata seperti berolahraga atau bersosialisasi. Beberapa bahkan mengatakan mereka merasa lebih fokus dan tidak mudah terdistraksi setelah mengurangi penggunaan media sosial.

Efeknya Nggak Sama, Tapi Semua Bisa Dapat Manfaat

Menariknya, efek detoks ini berbeda-beda untuk setiap orang. Ada yang merasa jauh lebih tenang dan bahagia, ada juga yang tidak merasakan banyak perubahan.

"Beberapa orang yang merasa sangat tertekan, perlahan menjadi lebih baik. Akan tetapi, ada juga yang tidak banyak berubah. Ada juga yang mulai berolahraga, melangkah lebih banyak, dan lebih sering keluar rumah," ujar Torous.

Torous mengaku hal itu cukup mengejutkan bagi tim peneliti.

"Keragaman reaksi yang kami lihat luar biasa besar, dan itu benar-benar di luar dugaan kami," katanya.

Menurutnya, temuan ini menunjukkan pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental tersebut sangat bergantung pada kondisi dan kebiasaan tiap individu dan tidak bisa disamakan untuk semua orang.

Ia menambahkan, temuan ini menunjukkan media sosial bukan sepenuhnya buruk atau baik. Efeknya tergantung pada cara kita menggunakannya.

"Ini bukan soal melarang orang pakai media sosial. Tapi tentang mengenali kelemahanmu dan belajar mengaturnya. Misalnya kalau masalahnya tidur, maka fokusnya pada pola tidur, bukan sekadar stop medsos," jelasnya.

Hasil studi ini telah dipublikasikan di jurnal JAMA Network Open dengan judul "Social Media Detox and Youth Mental Health", 24 November 2025.




(twu/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads