Sedikit Minyak Bisa Bikin Kale Jadi Superfood, Kata Pakar Begini Caranya!

ADVERTISEMENT

Sedikit Minyak Bisa Bikin Kale Jadi Superfood, Kata Pakar Begini Caranya!

Siti Nur Salsabilah Silambona - detikEdu
Sabtu, 03 Jan 2026 06:00 WIB
Sedikit Minyak Bisa Bikin Kale Jadi Superfood, Kata Pakar Begini Caranya!
Ilustrasi tanaman kale. Foto: iStock
Jakarta -

Makan sayur kale dapat memang memenuhi kebutuhan sayur harian kita. Namun, tahukah detikers, mengonsumsi kale saja tidak cukup memperoleh manfaat sayuran tersebut?

Sebuah studi terbaru dari Universitas Missouri-Columbia menyebut, menambahkan saus berbahan dasar minyak atau saus nanoemulsi,dapat meningkatkan penyerapan nutrisi sayur kale pada tubuh.

Lalu, apakah kita harus memasaknya terlebih dahulu atau tidak? Serta kandungan apa saja yang dapat kita peroleh dari sayur kale?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa Nutrisi Kale Sulit Diserap Tubuh?

"Kale adalah sayuran kaya nutrisi yang mengandung karotenoid, termasuk lutein, Ξ±-karoten, dan Ξ²-karoten, yang memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan secara keseluruhan," ujar Ruojie (Vanessa) Zhang, asisten profesor di Divisi Ilmu Pangan, Nutrisi, dan Olahraga di CAFNR.

Meski begitu, Zhang menyebut bahwa nutrisi pada sayur kale larut dalam lemak, bukannya air. Ini yang menyebabkan tubuh kita kesulitan untuk menyerap nutrisi sayur kale secara sempurna.

ADVERTISEMENT

Studi mengungkap memakan kale dalam kondisi mentah ataupun dimasak, tidak berpengaruh meningkatkan penyerapan nutrisi kale pada tubuh. Cara terbaik memakan kale adalah dengan mencampurkan sedikit minyak, seperti minyak zaitun, mayones, atau saus berbahan dasar minyak lainnya.

Eksperimen: Dimasak atau dengan Saus Khusus

Segudang manfaat yang diperoleh dari mengkonsumsi sayur kale (vit C dan E serta zat bioaktif nabati) dapat meningkatkan kekebalan tubuh, memelihara kesehatan mata, sampai penyakit berisiko tinggi seperti diabetes, penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Oleh sebab itu para peneliti berusaha menemukan cara paling tepat mengkonsumsi kale, supaya tubuh memperoleh keseluruhan manfaat sayur kale dengan membuat saus khusus yang terinspirasi dari nanoteknologi.

Untuk mengetahui lebih lanjut, para peneliti membuat eksperimen, apakah kale yang dimasak nutrisinya akan mudah diserap tubuh atau menambahkan saus/dressing yang diformulasikan khusus justru lebih ampuh?

Eksperimen menunjukkan, saus yang diformulasi khusus dengan nanoteknologi menghasilkan hasil yang lebih ampuh membantu tubuh untuk menyerap nutrisi baik dari sayur kale. Penyajian sayur kale dengan menambahkan saus nanoemulsi, dalam keadaan matang atau mentah sama-sama menunjukkan penyerapan karotenoid lebih tinggi. Sedangkan kale yang dimakan langsung atau hanya dimasak menunjukkan hasil penyerapan karotenoid yang rendah.

Para peneliti juga mencoba memasak kale dengan memasukkan ke dalam saus nanoemulsi, menunjukkan penyerapan karotenoid juga meningkat secara signifikan.

Jadi, cara praktis dan lezat yang diciptakan dari sains untuk mengkonsumsi sayuran ini, membantu tubuh menyerap nutrisi baik secara sempurna. Ini juga dapat meningkatkan kualitas makanan sehari-hari hanya dengan menambahkan sedikit bumbu dan mengubah cara penyajian.

Peneliti studi berharap, penelitian selanjutnya dapat menemukan formulasi saus dan dressing inovatif yang mampu meningkatkan penyerapan nutrisi sayuran hijau lainnya.

Studi dengan judul "Culinary strategies for improving carotenoid bioaccessibility in kale: The role of thermal processing and excipient emulsions," ini telah terbit di jurnal Food Nutrition pada 2 Desember 2025.

Penulis adalah peserta program Magang Hub Kemnaker di detikcom.




(nah/nah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads