Ada Lho, Orang yang Tak Suka Malam Tahun Baru! Kata Pakar Ini Sebabnya

ADVERTISEMENT

Ada Lho, Orang yang Tak Suka Malam Tahun Baru! Kata Pakar Ini Sebabnya

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 31 Des 2025 18:30 WIB
Ada Lho, Orang yang Tak Suka Malam Tahun Baru! Kata Pakar Ini Sebabnya
Istanbul jelang malam tahun baru. Foto: REUTERS/Kemal Aslan
Jakarta -

Malam tahun baru sering kali dirayakan dengan cara besar-besaran. Namun, sebenarnya tidak semua orang antusias dengan datangnya tahun baru.

Pakar dapat menjelaskan mengapa sebagian orang tidak menantikan datangnya tahun baru dan bagaimana menghadapi tahun baru dengan lebih baik.

Mengapa Ada Orang yang Benci Malam Tahun Baru?

Psikolog klinis asal Australia, Jaimie Bloch, menjelaskan periode akhir tahun dapat menimbulkan tekanan tambahan yang tidak ada selama bulan-bulan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mungkin ada peningkatan tuntutan untuk menyelesaikan proyek pekerjaan pada akhir tahun. Hal ini dapat meningkatkan tingkat kecemasan karena waktu semakin menipis.

Namun, menurutnya juga bisa jadi ada berbagai tekanan baru yang berasal dari kehidupan pribadi kita saat semakin mendekati malam tahun baru.

ADVERTISEMENT

"Faktor-faktor penyebab stres ini mungkin termasuk mengelola keuangan... merencanakan perayaan tahun baru, serta jadwal terkait liburan dengan tambahan stres mengelola lebih banyak hubungan interpersonal daripada biasanya," kata Bloch, dikutip dari Daily Mail pada Rabu (31/12/2025).

Rasa Takut Akan Adanya Perubahan

Keterkaitan malam tahun baru dengan awal yang baru dapat menyebabkan orang mulai merasa cemas tentang perubahan yang akan datang.

"Simbolisme malam tahun baru dapat meningkatkan tingkat kekhawatiran dan kecemasan bagi sebagian orang, karena tekanan dan antisipasi potensi perubahan perilaku yang berkaitan dengan tujuan," jelas Bloch.

Perubahan pola makan, potensi pergantian karier, atau janji untuk melakukan perubahan gaya hidup lainnya dapat meningkatkan tingkat kecemasan menjelang akhir tahun.

Di sisi lain, ia juga membeberkan adanya anggapan, tahun baru perlu dihadapi dengan bersenang-senang dan terhubung dari orang lain.

Pakar perilaku tersebut menambahkan, berkumpulnya orang-orang selama periode liburan berpotensi menyoroti perasaan isolasi sosial yang ada atau konflik dengan anggota keluarga atau teman. Pada gilirannya, tahun baru dapat memperburuk perasaan seperti kesedihan, kesepian, kemarahan, dan duka cita.

Terlepas dari klise tersebut, memang benar mereka yang terlalu banyak berharap sering kali kecewa, menurut Bloch.

"Alasan utama mengapa banyak orang tidak lagi menikmati perayaan tahun baru adalah kekecewaan yang dirasakan banyak orang setelah malam itu, serta perasaan khawatir sebelumnya," kata Bloch.

"Penelitian mengenai mengapa fenomena kekecewaan terkait malam tahun baru begitu besar menemukan bahwa orang-orang yang telah menghabiskan banyak waktu untuk merencanakan dan mempersiapkan, serta berharap dapat menikmati perayaan tersebut, adalah yang paling mungkin merasa paling kecewa," terangnya.

Cara Menikmati Malam Tahun Baru

Bloch mengatakan mengendalikan ekspektasi untuk malam tahun baru adalah langkah pertama untuk lebih menikmati momen tersebut. Namun, ia juga menegaskan bukan berarti kita tidak bisa atau tidak akan bersenang-senang.

"Jika ekspektasi Anda terhadap malam itu rendah, Anda lebih mungkin untuk melampauinya, yang kemudian akan berdampak positif pada kenikmatan dan kebahagiaan Anda secara keseluruhan di malam itu," ungkapnya.

Bloch juga mendorong orang-orang untuk tidak terlalu menekan diri sendiri untuk menyelesaikan semua tujuan mereka pada akhir tahun.

"Tidak ada yang namanya kesempurnaan. Luangkan waktu untuk bernapas - semakin sedikit stres yang Anda alami, semakin banyak kenikmatan yang dapat Anda rasakan selama masa sibuk ini," pungkasnya.




(nah/nwk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads