Eksoplanet Berbentuk Lemon Ditemukan, Atmosfernya Bikin Ilmuwan Bingung

Eksoplanet Berbentuk Lemon Ditemukan, Atmosfernya Bikin Ilmuwan Bingung

Siti Nur Salsabilah Silambona - detikEdu
Rabu, 31 Des 2025 16:30 WIB
Eksoplanet Berbentuk Lemon Ditemukan, Atmosfernya Bikin Ilmuwan Bingung
Eksoplanet berbentuk lemon PSR J2322-2650b (ilustrasi artis). Foto: Illustration: NASA, ESA, CSA, Ralf Crawford (STScI)
Jakarta -

Sungguh di luar dugaan, para astronom menemukan eksoplanet (planet di luar Tata Surya) dengan bentuk dan atmosfer yang aneh. Para ilmuwan menjulukinya sebagai planet 'lemon' yang atmosfernya berupa karbon dan helium. Planet tersebut berjarak sekitar 2000 tahun cahaya dari Bumi.

Penemuan ini lahir dari hasil pengamatan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) terhadap objek PSR J2322-2650b. Para peneliti menganggap penemuan tersebut sebagai objek teraneh yang pernah ditemukan di luar Tata Surya.

"Saya terbuka terhadap kemungkinan bahwa ini adalah jenis objek yang sama sekali baru," ucap Michael Zhang, yang merupakan salah satu penulis studi dan astrofisikawan di Universitas Chicago, kepada Claire Cameron di Scientific American.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi tersebut berjudul "A Carbon-rich Atmosphere on a Windy Pulsar Planet" yang dipublikasikan pada jurnal Astrophysical Journal Letters, pada 16 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

Berbentuk Aneh karena Mengorbit Pulsar

PSR J2322-2650b pertama kali dilaporkan pada 2017. Tidak seperti planet pada umumnya, planet ini mengitari pulsar, yaitu inti bintang mati yang berputar cepat dan secara sistematis memancarkan sinar radiasi elektromagnetik.

Jarak planet tersebut dari pulsar terbilang dekat, hanya sekitar satu juta mil. Ini lebih dekat dibanding jarak dari Bumi ke Matahari sekitar 90 juta mil. Jarak yang relatif dekat itu mengakibatkan gravitasi pada pulsar meregangkan planet tersebut hingga berbentuk aneh seperti buah lemon.

"Jaraknya cukup dekat sehingga materi benar-benar disalurkan dari objek tersebut ke pulsar," ujar Peter Gao, salah satu penulis studi dan ilmuwan planet di Carnegie Science kepada Jonathan O'Callaghan dari New York Times, dikutip dari Smithsonian magazine pada (22/12/2025).

Gao beranggapan ada bagian planet yang tampak seperti titik runcing, tempat dimana pulsar keluar dari planet dan berputar masuk.

Para peneliti berpendapat sebagian besar sinar yang dilepaskan oleh pulsar, merupakan sinar gamma serta partikel bertekanan tinggi lainnya. Demikian hasil pemantauan dari Teleskop Luar Angkasa James Webb.

Walaupun terdengar gawat, hal tersebut justru membuka peluang untuk mengamati planet ekstrasolar (PSR J2322-2650b), yang diterangi bintang mati tanpa gangguan objek pusat yang terang, menurut pernyataan Maya Beleznay, salah satu penulis studi dan astrofisikawan di Universitas Stanford, dalam sebuah pernyataan NASA.

Atmosfer Aneh Berisi Karbon dan Helium

Hal unik selanjutnya dari objek PSR J2322-2650b adalah penyusun atmosfernya. Berdasarkan pengamatan JWST, atmosfer planet tersebut tidak mengandung air, metana, dan karbondioksida. Hal ini tidak seperti atmosfer yang dimiliki planet panas pada umumnya.

Namun, justru planet ini didominasi oleh helium dan karbon molekuler. Sehingga para peneliti menduga keberadaan awan jelaga pada atmosfer tersebut lalu mengembun dan berubah menjadi hujan berlian.

"Ini benar-benar kejutan," ucap Gao dalam pernyataan tersebut. "Saya ingat setelah kami mendapatkan datanya, reaksi kolektif kami adalah 'Apa-apaan ini?'"

Keunikan tersebut semakin kompleks saat diketahui suhu planet yang ekstrem, sekitar 1.200 hingga 3.700 derajat Fahrenheit. Suhu sepanas itu sangat memungkinkan untuk menemukan atom karbon, yang hanya terikat pada diri sendiri atau karbon molekuler. Zat karbon biasanya berkaitan dengan berbagai jenis atom di atmosfer lain, pada suhu panas tersebut.

"Untuk memiliki karbon molekuler di atmosfer, Anda harus menyingkirkan hampir semua hal lainnya semua oksigen, semua nitrogen dan kita tidak tahu bagaimana cara melakukannya," tutur Zhang kepada Leah Crane dari New Scientist.

Planet atau Sisa Bintang?

Para ilmuwan belum mengetahui secara pasti bagaimana objek ini terbentuk. Bahkan, ada kemungkinan PSR J2322-2650b bukanlah eksoplanet melainkan sisa-sisa bintang.

Kendati demikian, teori ini belum cukup menjelaskan keseluruhan karakternya yang unik dan aneh. Hingga hari ini objek tersebut masih menjadi teka-teki dalam studi astronomi modern.

"Bentuknya tidak seperti planet normal lainnya," ujar Emily Rauscher, seorang astrofisikawan teoretis di Universitas Michigan yang tidak terlibat dalam makalah tersebut, kepada Times.

"Ini adalah sesuatu yang aneh dan unik," imbuhnya.

Penulis adalah peserta program Magang Hub Kemnaker di detikcom.




(nah/nah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads