Kembang api seringkali menghiasi langit saat malam pergantian tahun. Namun tak banyak yang tahu dengan alasan di balik tradisi ini.
Sebelumnya, detikers perlu mengetahui asal usul kembang api. Menurut laman Britannica, kembang api berkembang dari peradaban China. Waktu itu kembang api dikembangkan dari bahan peledak militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut kepercayaan masyarakat China, kembang api dapat mengusir roh jahat. Selain untuk perayaan tahun baru, masyarakat China juga memakai kembang api pada perayaan Imlek.
Arti Kembang Api Saat Tahun Baru
Anthony Aveni, seorang astronom dan antropolog di Colgate University, New York, mengungkapkan makna kembang api saat tahun baru. Menurutnya, hal ini bisa berkaitan dengan musim dingin dan pengusiran roh jahat.
Tahun baru datang saat musim dingin di berbagai wilayah. Adanya api dari kembang api dianggap sebagai media yang dapat menghangatkan tubuh
Selain itu, kembang api dijadikan simbol pengusiran roh jahat. Roh jahat disebut takut dan akan lari apabila melihat kembang api.
Kembang Api Absen dari Perayaan Tahun Baru di Jakarta
Meski merupakan tradisi tahun baru, langit Jakarta pada 31 Desember 2025 tidak akan dihiasi kembang api. Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengeluarkan surat edaran (SE) terkait larangan menyalakan kembang api saat malam pergantian tahun baru 2026. Kebijakan itu berlaku untuk seluruh kegiatan yang memerlukan perizinan, baik yang digelar pemerintah maupun pihak swasta.
"Tadi dalam rapat saya sudah memutuskan untuk wilayah seluruh Jakarta, baik yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta, kami meminta untuk tidak ada kembang api. Kami akan mengeluarkan surat edaran untuk hal tersebut," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam detikNews dikutip Rabu (24/12/2025).
Pramono mengatakan larangan tersebut mencakup kegiatan di hotel, pusat perbelanjaan, dan lokasi keramaian lainnya. SE akan diterbitkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta dalam waktu dekat.
"Nanti akan ada SE Sekda. Tentunya kalau SE Sekda sudah keluar, orang-orang akan menaatinya. Semua kegiatan yang memerlukan perizinan, baik di hotel, mal, maupun acara lainnya, kami minta tidak mengadakan kembang api," katanya.
Pramono menegaskan, kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk simpati atas musibah yang terjadi di sejumlah daerah, terutama diSumatera. PemprovDKI ingin perayaan tahun baru di Jakarta berlangsung lebih khidmat dan penuh empati.
"Tahun ini kami memilih tidak ada kembang api. Kita ingin menyambut tahun baru dengan doa bersama, karena musibah yang terjadi menyangkut kita semua," ujarnya.
Kendati demikian, Pramono mengatakan Pemprov DKI tidak bisa sepenuhnya melarang masyarakat secara personal yang menyalakan kembang api atau petasan. Namun, ia mengimbau warga Jakarta untuk menahan diri.
"Sedangkan jika ada perorangan yang menyalakan kembang api, tentunya kami tidak bisa mengatur itu," kata Pramono.
(nir/nah)











































