- 10 Serangga dengan Sengatan Paling Nyeri 1. Lebah Keringat (Halictidae) 2. Lebah Anthrophorid 3. Semut Api (Solenopsis) 4. Semut Bullhorn Acacia (Bullhorn Acacia, Vachellia cornigera) 5. Tawon Botak (Dolichovespula maculata) 6. Yellow Jacket (Vespula atau Dolichovespula) 7. Semut Pengumpul Merah (Pogonomyrmex barbatus) 8. Tawon Kertas (Polistes) 9. Tawon Tarantula (Pepsini) 10. Semut Peluru (Paraponera clavata)
- Kemampuan Tawon Kertas
Serangga dikenal memiliki sengatan atau gigitan yang bikin nyeri hingga gatal-gatal. Namun, jenis serangga apa yang sengatannya paling nyeri?
Seorang peneliti dan ahli entomologi Amerika, Justin O. Schmidt (1947-2023), telah mengukur skala rasa sakit dari berbagai serangga, mulai dari semut, lebah, hingga tawon. Hal ini terutama yang berdampak pada manusia.
Indeks rasa sakit sengatan serangga oleh Schmidt ini didasarkan salah satunya dari pengalamannya disengat lebih dari 1.000 kali oleh berbagai serangga. Ia kemudian mencatat sensasi sengatan dan membuat indeks dalam sebuah buku catatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam catatannya, terdapat sengatan dari 83 spesies semut, lebah, dan tawon. Mirip dengan Wong-Baker FACES Pain Rating Scale di bidang medis, skala ini memberikan nilai relatif dari satu hingga empat, di mana satu berarti ringan dan empat sangat menyakitkan.
10 Serangga dengan Sengatan Paling Nyeri
Berikut ini skala nyeri sengatan serangga, dikutip dari buku The Sting of the Wild (2016) karya Schmidt, dilansir dari Britannica.
1. Lebah Keringat (Halictidae)
Skala sengatan: 1.0, ringan seperti percikan api kecil membakar satu helai rambut di lengan.
2. Lebah Anthrophorid
Skala sengatan: 1.0, hanya sedikit terasa.
3. Semut Api (Solenopsis)
Skala sengatan: 1.2, tajam, sedikit mengejutkan.
4. Semut Bullhorn Acacia (Bullhorn Acacia, Vachellia cornigera)
Skala sengatan: 1.5, nyeri dengan intensitas jarang, menusuk, terasa tinggi.
5. Tawon Botak (Dolichovespula maculata)
Skala sengatan: 2.0, nyeri intens, cukup kuat.
6. Yellow Jacket (Vespula atau Dolichovespula)
Skala sengatan: 2.0: nyeri dan panas.
7. Semut Pengumpul Merah (Pogonomyrmex barbatus)
Skala sengatan: 3.0, nyeri kuat dan tak kenal ampun.
8. Tawon Kertas (Polistes)
Skala sengatan: 3.0, sangat nyeri dan sensasi terbakar.
9. Tawon Tarantula (Pepsini)
Skala sengatan: 4.0, sangat menyakitkan, seperti listrik yang mengejutkan.
10. Semut Peluru (Paraponera clavata)
Skala sengatan: 4.0+, sangat nyeri dan intens, seperti berjalan di atas arang menyala dengan paku tujuh sentimeter di tumit.
Kemampuan Tawon Kertas
Selain mengukur nyeri, penelitian terbaru di University of Michigan menunjukkan bahwa tawon kertas mampu menggunakan logika, khususnya bentuk penalaran transitive inference.
Contohnya, jika A lebih besar dari B, dan B lebih besar dari C, maka A lebih besar dari C. Tawon menggunakan kemampuan ini untuk menilai hierarki sosial, termasuk akses ke makanan, pekerjaan, dan reproduksi.
Dalam penelitian, tawon ditempatkan dalam arena dengan lantai elektrik yang memberikan kejutan ringan. Di arena, tawon diberi dua warna, salah satunya memiliki zona aman untuk menghindari sengatan listrik.
Setelah mempelajari beberapa pasangan warna, tawon dapat menentukan warna lebih tinggi saat dihadapkan pada pasangan baru. Menariknya, lebah madu, meski memiliki ukuran sistem saraf serupa, tidak mampu melakukan hal ini.
"Temuan kami menunjukkan bahwa kemampuan untuk berperilaku kompleks mungkin terbentuk oleh lingkungan sosial di mana perilaku tersebut bermanfaat, daripada hanya dibatasi oleh ukuran otak," kata Prof Elizabeth Tibbetts, peneliti dari University of Michigan, dikutip dari BBC Science Focus.
Baca juga: Bagaimana Cara Semut Memilih Ratunya? |
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.
(faz/faz)











































