Jurusan sains seperti farmasi dan keperawatan menjadi favorit pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Menurut survei Research.com, keperawatan termasuk lulusan yang paling banyak dicari dalam industri kerja. Lalu apalagi jurusan sains yang menjanjikan?
Lembaga penyedia kursus online asal Amerika Serikat, Coursera, melaporkan setidaknya tersedia 144.700 lowongan untuk lulusan sains setiap tahunnya. Ini menjadikan jurusan sains memiliki prospek yang menjanjikan.
Secara umum, jurusan sains terbagi menjadi berbagai bidang mulai dari biologi, kimia, hingga kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar Jurusan Sains
Agrikultur: Mempelajari budidaya tanaman dan peternakan.
Astronomi: Mempelajari benda langit dan alam semesta fisik.
Biologi: Mempelajari kehidupan secara umum.
Biokimia: Mempelajari kimia yang berkaitan dengan organisme hidup.
Biofisika: Mempelajari prinsip fisika dalam fenomena biologis.
Biologi Seluler: Mempelajari struktur dan fungsi sel.
Kimia: Mempelajari materi dan reaksinya.
Ilmu Bumi: Mempelajari planet Bumi dan proses-proses di dalamnya.
Ekologi: Mempelajari hubungan organisme dengan lingkungan.
Genetika: Mempelajari gen dan pewarisan sifat dalam organisme hidup.
Kinesiologi dan Fisiologi Olahraga: Mempelajari gerakan manusia dan fungsinya.
Meteorologi: Mempelajari atmosfer dan prakiraan cuaca.
Mikrobiologi: Mempelajari organisme mikroskopis.
Ilmu Fisika Terapan/Ilmu Fisika Non-Hidup: Mempelajari materi non hidup dan sifat-sifatnya.
Fisika: Mempelajari materi, gerak, dan perilakunya.
Zoologi: Mempelajari hewan dan perilaku mereka.
Jurusan Sains dengan Prospek Karier Menjanjikan dan Gajinya
Berikut beberapa prospek karier lulusan sains dan gaji rata-rata per tahun menurut Glassdoor per November 2025 (per Kurs Rp 16.760):
1. Biologi
Teknisi ilmu forensik: USD 125.000 (Rp 2,1 miliar)
Ilmuwan pangan: USD 113.000 (Rp 1,9 miliar)
Manajer medis: USD 100.000 (Rp 1,67 miliar)
Guru SMA: USD 68.000 (Rp 1,13 miliar)
Pendidik kesehatan: USD 68.000 (Rp 1,13 miliar)
Teknisi laboratorium klinis: USD 61.000 (Rp 1,01 miliar)
Teknisi biologi: USD 52.000 (Rp 871 juta)
2. Kinesiologi & Ilmu Olahraga
Manajer layanan kesehatan : USD 116.000 (Rp 1,94 miliar)
Pelatih atletik : USD 95.000 (Rp 1,6 miliar)
Terapis pijat : USD 91.000 (Rp 1,52 miliar)
Asisten terapis fisik : USD 83.000 (Rp 1,4 miliar)
Terapis rekreasi : USD 75.000 (Rp 1,25 miliar)
Ahli fisiologi olahraga : USD 70.000 (Rp 1,17 miliar)
Spesialis pendidikan kesehatan : USD 64.000 (Rp 1,07 miliar)
3. Kimia
Ahli Toksikologi : USD 185.000 (Rp 3,1 miliar)
Insinyur kimia : USD 132.000 (Rp 2,21 miliar)
Ahli Kimia : USD 118.000 (Rp 1,97 miliar)
Teknisi kimia : USD 60.000 (Rp 1 miliar)
Teknisi ilmu dan perlindungan lingkungan : USD 60.000 (Rp 1 miliar)
4. IImu Bumi
Ahli Hidrologi : USD 137.000
Insinyur lingkungan : USD 132.000
Ilmuwan konservasi : USD 121.000
Ilmuwan atmosfer : USD 119.000
Ahli Geologi : USD 114.000
Ahli seismologi : USD 113.000
Ilmuwan lingkungan : USD 85.000
5. Kedokteran
Mengutip National University, dokter dapat bekerja di layanan kesehatan primer atau berspesialisasi di bidang seperti pediatri, kardiologi, atau penyakit dalam. Gaji rata-rata tahunannya bisa mencapai USD 239.200 atau sekitar Rp 4 miliar.
Penulis adalah peserta program Magang Hub Kemnaker di detikcom.
(faz/faz)











































