Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membuka kesempatan bagi para fresh graduate untuk bekerja di luar negeri. Lewat Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), para lulusan dapat mencoba kesempatan tersebut.
Menteri P2MI, Mukhtarudin menyebut Indonesia memiliki sebanyak 350.476 lowongan kerja di luar negeri bagi warga Indonesia. Jumlah tersebut sebagaimana data aktif Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) dalam Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) per 23 Desember 2025.
"Semuanya sektor profesional. Dari 350 ribu itu yang sudah daftar dan baru kita bisa penuhi hanya 20 persen. Masih ada 80 persen yang dari sisi supply kita tidak siap," katanya dalam acara penandatanganan MoU Kemdiktisaintek dan KemenP2MI di Gedung D Kemendiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
280 Ribu Loker Masih Bisa Dilamar
Dari jumlah tersebut, baru ada 66.095 (18,86%) lowongan yang dilamar. Masih ada sisa sebanyak 281.381 lowongan yang masih bisa dicoba.
Mukhtarudin menyebut saat ini banyak negara di Eropa dan Asia yang mengalami aging population, sehingga mereka kekurangan pekerja produktif. Hal itu menjadi kesempatan yang cocok dengan kondisi Indonesia, yang pada 2030 akan mengalami bonus demografi.
"Kita bisa menyalurkan mereka ke sektor-sektor profesional di luar negeri dan oleh karena itu maka vokasi/pelatihan menjadi sebuah penyelesaian yang harus kita persiapkan ke depan," katanya.
Kelas Migran di Kampus
BP2MI menggandeng Kemdiktisaintek untuk mengisi lowongan tersebut. Ke depannya, kampus-kampus negeri akan diberikan kelas migran.
"SDM-SDM kita memiliki kualifikasi dan standar internasional, sehingga para lulusan universitas maupun vokasi yang utama itu nantinya dapat melakukan atau bekerja di tingkat internasional, di negara-negara lain karena SDM kita berarti memiliki standar dan kualifikasi internasional," kata Mendiktisaintek, Brian Yuliarto.
Daftar Negara dengan Loker Terbanyak untuk WNI
Data BP2MI menunjukkan negara-negara dengan lowongan pekerja migran Indonesia terbanyak, yakni:
1. Taiwan: 223.965 lowongan
2. Malaysia: 40.807 lowongan
3. Hong Kong: 30.840 lowongan
4. Singapura: 17.922 lowongan
5. Turki: 14.436 lowongan
6. Bulgaria: 2.960 lowongan
7. Brunei Darussalam: 2.786 lowongan
8. Uni Emirat Arab: 2.537 lowongan
9. Italia: 2.277 lowongan
10. Polandia: 1.927 lowongan
11. Lainnya: 10.119
Daftar Bidang Loker Terbanyak untuk WNI
Selain negara tujuan, BP2MI juga merilis daftar bidang yang paling dibutuhkan di luar negeri yaitu:
1. Kesehatan: 117.820 lowongan
2. Pekerja domestik: 81.430 lowongan
3. Manufaktur: 79.864 lowongan
4. Perikanan, peternakan, perkebunan, pertanian: 36.239 lowongan
5. Hospitality: 21.543 lowongan
6. Jasa lain: 6.483 lowongan
7. Konstruksi: 3.271 lowongan
8. Anak buah kapal (ABK): 1.947 lowongan
9. Welder: 696 lowongan
10. Lainnya: 1.183 lowongan
(cyu/twu)











































