Kenapa Anak Kucing Lahir dengan Warna Berbeda-beda meski Kembar?

ADVERTISEMENT

Kenapa Anak Kucing Lahir dengan Warna Berbeda-beda meski Kembar?

Siti Nur Salsabilah Silambona - detikEdu
Sabtu, 06 Des 2025 10:00 WIB
Kenapa Anak Kucing Lahir dengan Warna Berbeda-beda meski Kembar?
Foto: iStock/skynesher/Ilustrasi anak kucing
Jakarta -

Kucing yang lahir dari indukan sama sering kali memiliki warna yang berbeda-beda. Meski lahir kembar, anak kucing yang lahir bisa memiliki warna bulu bervariasi mulai dari oren, hitam, putih, atau campuran. Kenapa ya?

Menurut profesor biologi di Washington University di St. Louis, Jonathan Losos, perbedaan warna pada anakan kucing dipengaruhi gen yang terlibat. Dalam hal ini, kucing memiliki variasi gen berbeda yang terlibat dalam pengaturan warna dan pola.

"Ada sejumlah gen berbeda yang terlibat dalam warna dan pola kucing, dan ini sangat rumit karena beberapa gen menimpa gen lain," ujarnya seperti dikutip dari Live Science.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gen Unik pada Kucing

Losos mengatakan, kondisi genetika unik pada kucing memainkan peran penting atas keberagaman tampilannya. Gen penentu warna, gen penentu pola dan gen penentu bulu tersusun layaknya hierarki.

ADVERTISEMENT

Maka dari itu, ada kucing yang dominan berwarna solid seperti putih atau hitam dan ada pula kucing dengan warna yang bercampur membentuk pola yang dipengaruhi oleh gen pola.

Jika kita perhatikan, warna kucing betina cenderung bercampur layaknya calico, yakni kombinasi tiga warna khas, yaitu putih, hitam, dan oranye. Sementara kucing jantan cenderung memiliki satu warna solid.

Keunikan ini terjadi karena gen warna terikat dengan kromosom X. Kucing betina memiliki warna yang bercampur karena kromosom mereka terdiri dari XX.

Proses tersebut tidak terjadi pada kucing jantan dengan kromosom XY, yang membuat warna mereka solid atau satu warna saja.

Peran Ayah Ganda

Selain itu, faktor perkawinan kucing juga memengaruhi percampuran gen. Dalam hal ini, kucing betina tidak hanya dibuahi oleh satu jantan saja.

Kondisi tersebut menyebabkan kucing hanya memiliki 25 persen genetik yang mirip dengan saudara kandungnya. Fenomena ini disebut superfekundasi heteropaternal, yang juga biasa terjadi pada hewan anjing, domba dan sapi.

"Saya kira tidaklah aneh jika kucing melakukan hal ini," ucap Losos.

Dengan adanya keunikan ini, kucing menjadi memiliki keragaman genetika yang baik bagi kelangsungan hidup mereka. Studi menyebut memiliki ayah berbeda dalam satu kelahiran lebih sering terjadi di wilayah perkotaan karena kucing cenderung hidup berdekatan.

Penulis adalah peserta program MagangHub Kemnaker di detikcom.




(faz/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads