Joko Widodo Ungkap Aceh Daerah Paling Terdampak Bencana Sumatera

ADVERTISEMENT

Duka dari Utara Sumatera

Joko Widodo Ungkap Aceh Daerah Paling Terdampak Bencana Sumatera

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 05 Des 2025 15:30 WIB
Joko Widodo Ungkap Aceh Daerah Paling Terdampak Bencana Sumatera
Ketua Task Force Penanggulangan Bencana BRIN Joko Widodo ungkap Aceh jadi daerah paling terdampak bencana banjir bandang. Foto: Humas BRIN
Jakarta -

Ketua Task Force (gugus tugas) Penanggulangan Bencana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Joko Widodo ungkap Aceh jadi daerah paling terdampak bencana banjir bandang di Sumatera. Temuan ini merupakan hasil analisis radar Santinel-1 yang dapat menembus awan dan hujan.

"Hasil Analisis Sentinel 1, mengindikasikan daerah Aceh, merupakan daerah paling terdampak (bencana) dilanjutkan Sumut (Sumatera Utara), dan Sumbar (Sumatera Barat)," tutur Joko kepada detikEdu, Jumat (5/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mitigasi Penyakit-Sediakan Air Siap Minum

Pada ketiga wilayah terdampak, BRIN juga menyalurkan bantuan langsung ke lapangan. Sabtu, (6/12) mendatang BRIN akan memberangkatan para periset di bidang kesehatan. Mereka bertugas untuk mengidentifikasi dan memitigasi potensi penyakit yang mungkin timbul.

Sebelumnya, BRIN juga telah memberangkatkan Tim Drone ke lokasi untuk pemetaan yang lebih rinci.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, jaringan komunikasi terputus di titik-titik wilayah terdampak. Akibatnya, warga mengeluhkan kendala untuk menghubungi keluarga. Terkait isu ini, Joko menyatakan pihaknya tengah menangani.

"BRIN bekerja sama dengan ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) terkait bantuan komunikasi menggunakan Satelit LAPAN A2," jelasnya.

Bantuan prioritas lainnya yang difokuskan Joko dan tim Task Force BRIN yakni penyediaan air minum. Teknologi air siap minum lewat unit Air Siap Minum (Arsinum) milik BRIN difungsikan mengingat kebutuhan air bersih sangat penting, sementara infrastruktur lokal terdampak dan stok air kemasan semakin menipis dari waktu ke waktu.

Joko Widodo menegaskan,Task Force BRIN akan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap bantuan berbasis riset bisa hadir dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pembentukan Task Force BRIN-Penunjukan Joko Widodo

Diketahui, nama Joko Widodo belakangan ramai dibicarakan usai menjadi Ketua Task Force BRIN untuk penanggulan bencana Sumatera. Berbeda sosok dengan mantan Presiden RI ke-7, Joko adalah ilmuwan Pusat Riset Geoinformatika BRIN dengan keahlian pada bidang penilaian dampak lingkungan dan radar apertur sintetis interferometrik.

Pembentukan Task Force BRIN dimulai sejak hari Sabtu, 29 November 2025 lalu. Joko mengatakan, Kepala BRIN Prof Arif Satria menilai unit ini perlu dibentuk.

"Prof Arif Satria memandang agar BRIN perlu segera membentuk Task Force Tanggap Bencana untuk membantu support BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dalam tanggap bencana di Sumatera," ucapnya.

Usai pembentukan, Joko ditunjuk sebagai Ketua Task Force Penanggulangan Bencana BRIN. Ia berperan mengoordinasikan pemberian bantuan BRIN, terutama yang berbentuk teknologi dan produk riset tanggap bencana.

Pada awal bertugas, ia memetakan area banjir berbasis satelit. Target utamanya yakni Aceh dan Sumatera Utara, sesuai dengan rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Task Force sudah mempublish kurang lebih 98 peta yang didistribusikan melalui BNPB, berbasis data satelit radar dan optik resolusi tinggi, bekerja sama dengan mitra dari dalam dan luar negeri. (Pengamatan) melalui posko reaksi cepat analisis data citra satelit yang berpusat di BRIN, Cibinong," urainya.

Lihat juga Video: Misteri Kayu-kayu Gelondongan yang Hanyut Bersama Banjir di Sumatera




(det/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads