Tangani Cuaca Ekstrem di Sumatera, BMKG Ambil Langkah Ini

ADVERTISEMENT

Tangani Cuaca Ekstrem di Sumatera, BMKG Ambil Langkah Ini

Cicin Yulianti - detikEdu
Minggu, 30 Nov 2025 10:18 WIB
Foto udara permukiman warga terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Sabtu (29/11) sebanyak 43 korban meninggal dunia di wilayahnya akibat banjir bandang pada Selasa (25/11). ANTARA FOTO/Yudi Manar/bar
Kondisi pasca banjir bandang Sumatera. Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar
Jakarta -

Bencana banjir bandang di beberapa wilayah Sumatera menimbulkan ratusan korban meninggal hingga hilang. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (29/11/2025), tercatat ada 166 orang Sumatera Utara, 47 orang Aceh, dan 90 orang Sumatera Barat yang meninggal dunia.

Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal menyampaikan keprihatinannya atas bencana alam dan dampaknya tersebut. Ia menegaskan, BMKG akan memberikan penanganan untuk mencegah banjir bandang dahsyat terjadi lagi.

"Doa dan empati kami tujukan kepada keluarga yang kehilangan, serta kepada seluruh warga yang masih menghadapi dampak langsung di lapangan. Kami berkomitmen mendukung operasi tanggap darurat, termasuk penyediaan peringatan dini, analisis risiko cuaca ekstrem, serta dukungan teknis bagi kelancaran pengiriman bantuan dan perlindungan petugas di lapangan," kata Faisal dikutip dari laman BMKG, Minggu (30/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi Cuaca di Wilayah Terdampak secara Berkala

Faisal mengatakan BMKG akan memberikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah terdampak secara berkala. BMKG mengerahkan tim pusat hingga daerah untuk menyajikan daya dan informasi kritis secara cepat.

"Upaya ini merupakan bagian dari kontribusi BMKG dalam memastikan respons nasional berjalan efektif dan terkoordinasi," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Operasi Modifikasi Cuaca di Pulau Sumatera

Selain itu, Faisal mengatakan BMKG akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi ini akan dipimpin dan dikawal langsung oleh Faisal di Bandara Kualanamu, Medan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga turut membantu pelaksanaa OMC di wilayah Sumatera tersebut. OMC ini berfungsi untuk mengurangi intensitas hujan deras dan ekstrem.

"Fokus utama OMC kali ini adalah mengurangi intensitas hujan di wilayah terdampak bencana. Harapannya OMC dapat dilaksanakan secara tepat waktu dan tepat sasaran, sebagai bentuk upaya-upaya mitigasi dan penanggulangan bencana," kata Faisal.

Pemantauan Cuaca Intensif

BMKG juga tengah melakukan pemantauan cuaca secara intensif. Faisal menyebut pihaknya perlu bantuan dari berbagai sektor pemerintah daerah hingga lainnya untuk membantu pemantauan.
Sembunyikan kutipan teks

Faisal mengapresiasi pemerintah maupun TNI/Polri, BNBP, Basarnas, dan relawan yang telah gencar memberikan informasi dan bantuan untuk para korban bencana. Menurutnya, kerja sama sangat dibutuhkan dalam kondisi ini.




(cyu/twu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads