Pemberian makan siang, susu gratis untuk anak sekolah serta pesantren adalah salah satu program unggulan pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Program yang akan menyasar sekitar 80 juta anak tersebut hampir selalu didengungkan oleh Prabowo dan Gibran serta timnya dalam masa kampanye pemilihan presiden lalu.
Hal ini pula membuat program tersebut menjadi program ekonomi Prabowo-Gibran yang paling membekas di ingatan masyarakat.
Dibuktikan dari hasil survei Litbang Kompas, 5-7 Maret 2024 lalu yang menunjukkan 48,6 persen dari responden menyebut makan siang dan susu gratis adalah program ekonomi yang paling diingat.
Angka ini jauh di atas program hilirisasi sumber daya alam (3,7%), lumbung pangan (2,5%), dan bantuan sosial (2,3%).
Hanya saja survei itu juga memperlihatkan bahwa hanya 12,3% responden berpendapat program makan siang gratis perlu diprioritaskan.
Responden lebih memilih pasangan Prabowo-Gibran memprioritaskan bantuan pemenuhan gizi anak balita dan ibu hamil, Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta kredit startup milenial.
Prabowo pun menunjukkan keseriusan untuk mengeksekusi janji kampanye itu. Saat berada di Beijing, China untuk memenuhi undangan Presiden Xi Jinping, pada 31 Maret 2024-2 April 2024 lalu Prabowo menyambangi sekolah Beijing No.2 Middle School di Dongcheng District, Beijing.
Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu meninjau penerapan program makan siang gratis oleh pemerintah China yang sudah berjalan sejak tahun 2011.
Ganti Nama Jadi Makan Bergizi Gratis
Hanya saja, 5 bulan menjelang dilantik sebagai presiden, Prabowo mengubah nama program makan siang gratis menjadi "Makan Bergizi Gratis". Perubahan istilah itu menurutnya berdasarkan hasil pengkajian.
"Saya ingin sedikit koreksi ya. Setelah kita pelajari, ternyata istilah tepat itu adalah makan bergizi gratis untuk anak-anak. Itu lengkapnya ya," kata Prabowo dikutip dari YouTube tvOneNews.
"Karena kalau anak sekolah dasar umpamanya masuk pagi, dia kalau nunggu makan siang kan terlalu lama. Jadi harus makan pagi. Ya kan?" imbuh dia.
Dikutip dari detiknews, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, mengatakan tim internal Prabowo Subianto mengkaji pengubahan penamaan program makan siang gratis.
Menurut Habiburokhman, nama program tersebut diubah agar waktunya bisa lebih fleksibel. "Memang terus dikaji soal penamaan program. Saya termasuk yang mengusulkan perubahan istilah tersebut," kata Habiburokhman, saat dihubungi detiknews, Jumat (24/5).
Di berbagai wilayah, siswa sekolah TK dan SD bisa saja pulang sekolah sebelum waktu jam makan siang. Oleh karenanya jika siswa TK dan SD yang masuk pagi harus menunggu hingga waktu jam makan siang dan itu terlalu lama.
"Dengan demikian waktunya bisa lebih fleksibel, tidak harus jam makan siang, yaitu 12-13, bisa lebih pagi juga," kata Habiburokhman.
"Di berbagai wilayah untuk anak TK dan SD kelas 1-2 sudah pulang sebelum jam 11.30. Begitu juga kalau masuk Ramadhan, mungkin makanannya bisa dibawa pulang untuk berbuka puasa," katanya.
Oleh karenanya, ia menyebut pengubahan nama program tersebut menjadi 'Makan Bergizi Gratis' sudah sangat tepat.
"Yang nggak bisa diubah adalah keharusan makanan tersebut 'bergizi'. Makanya sangat pas kalau istilah yang dipakai adalah 'makan bergizi'," tutur Habiburokhman.
Halaman selanjutnya >>> Anggaran Dipangkas Separuh?
(pal/erd)