Ramai Modus Penipuan Berkedok Kurir, Ahli IT UM Surabaya Beri 4 Tips Ini

Ramai Modus Penipuan Berkedok Kurir, Ahli IT UM Surabaya Beri 4 Tips Ini

Nikita Rosa - detikEdu
Kamis, 08 Des 2022 19:30 WIB
Mengupas Modus Penipuan di WA yang Kuras Rekening.
Penipuan Berkedok Kurir. (Foto: Twitter)
Jakarta -

Baru-baru ini, sedang ramai modus penipuan yang mengatasnamakan jasa ekspedisi. Modus penipu ini meminta calon korban mengunduh aplikasi untuk mengecek resi.

Penipu berpura-pura menjadi kurir dan mengirimkan file dengan ekstensi APK. Ternyata APK tersebut mengandung spyware, atau dalam Kamus Oxford, sebuah perangkat lunak yang bisa mengambil data dari perangkat lain untuk kemudian diteruskan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan.

"Spyware juga dapat merujuk ke perangkat lunak sah yang memantau data seseorang untuk tujuan komersial seperti iklan," ujar Taufiqur Rohman seorang ahli IT UM Surabaya dalam laman UM Surabaya, Kamis (8/12/2022).

Menurut penjelasannya, spyware berbahaya secara eksplisit yang digunakan untuk mendapatkan keuntungan dari data yang dicuri seperti pada kasus hilangnya saldo ATM. Mengenai hal ini, Taufiq memberikan beberapa tips untuk menghindari penipuan berkedok pengiriman paket. Berikut penjelasannya.

Tips Menghindari Modus Penipuan Berkedok Kurir

1. Jangan Klik Tautan dalam Pesan Teks

Pertama, jangan klik tautan dalam pesan teks. Gunakan aplikasi resmi kurir atau langsung ke situs web resmi pengiriman.

Taufiq mengingatkan, penipu semakin mahir dalam menyalin situs web organisasi terpercaya, sehingga sangat perlu kehati-hatian saat mengklik tautan dalam teks yang mencurigakan.

2. Periksa Nomor Pelacakan di Aplikasi atau Situs Web Resmi

Kedua, periksa nomor pelacakan di aplikasi atau situs web resmi. Jika kamu tidak yakin apakah teks itu asli atau penipuan, periksa nomor pelacakan di aplikasi atau situs web resmi kurir, bukan tautan dari pesan teks.

"Jika pesannya asli maka di aplikasi atau situs web resmi, nomor pelacakan akan menampilkan informasi pengiriman paket kita, jika itu scam, nomor pelacakan tidak akan berfungsi," kata Taufiq.

3. Periksa URL dan Sertifikat SSL

Menurut Taufiq, sebuah situs yang memiliki sertifikat SSL tidak secara otomatis adalah situs asli, karena ini dapat diperoleh secara gratis dengan sedikit verifikasi. Selalu periksa URL situs dan jika masih kurang yakin, gunakan mesin pencari untuk menemukan versi situs yang sah.

4. Install Aplikasi hanya dari Aplikasi Resmi

Keempat, hanya install aplikasi dari aplikasi resmi. Sebagian besar perangkat android menggunakan sumber aplikasi dari Google Play Store.

"Pastikan layanan Google Play Protect diaktifkan jika perangkat kita mendukungnya. Ini akan memastikan bahwa spyware apapun di perangkat kita dapat dideteksi dan dihapus, sehingga smartphone kita aman dari spyware," jelasnya.

Bagaimana Jika Terlanjur Mengunduh Aplikasi APK?

Taufiq berpesan, jika sudah terlanjur mengunduh file APK tersebut, maka segera matikan jaringan internet. Kemudian cari file APK yang sudah terinstall dan segera hapus file yang berasal dari sumber file APK.

"Dengan melihat detail informasi waktu yang terbaru lanjutkan dengan merestart smartphone kita, agar performa kinerja smartphone bisa kembali stabil," tutup Taufiq.

Itulah empat tips menghindari penipuan berkedok kurir. Semoga membantu, detikers!



Simak Video "Puluhan Jemaah Haji Furoda Kena Tipu, Bos Travel Jadi Tersangka!"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia